BOGORTODAY.COM – Mengenalkan puasa pada anak bukan sekadar melatih mereka menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, puasa merupakan proses pembelajaran yang melibatkan kesiapan fisik, emosi, serta peran orang tua dalam membimbing anak. Karena itulah, pendekatan yang digunakan tidak bisa disamakan dengan orang dewasa.
Psikolog anak Mira Amir menegaskan bahwa langkah awal mengenalkan puasa justru dimulai dari perilaku orang tua sendiri.
Anak, menurutnya, belajar paling efektif dari apa yang mereka lihat sehari-hari, bukan hanya dari nasihat atau perintah.
“Pertama, pastikan orang tuanya puasa juga,” ujar Mira.
Ia menilai masih ada orang tua yang meminta anak berpuasa atau beribadah, tetapi tidak menjalankannya sendiri. Kondisi tersebut dapat membuat anak bingung dan kesulitan memahami makna puasa secara utuh.
Selain memberi teladan, Mira menekankan pentingnya menyesuaikan praktik puasa dengan usia dan kemampuan anak. Secara fisik, anak belum memiliki daya tahan yang sama dengan orang dewasa, sehingga tidak perlu langsung dituntut berpuasa penuh sejak dini.
Mengenalkan puasa dapat dilakukan secara bertahap, misalnya dengan puasa setengah hari atau hanya menunda makan dan minum selama beberapa jam. Cara ini membantu anak memahami konsep puasa tanpa merasa terbebani.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















