Oleh: Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)
Alhamdulillah awal puasa ramadan, imlek dan puasa rabu abu berdekatan, semoga hal ini bisa menciptakan toleransi, kebersamaan, dan hidup berdampingan secara damai pada masyarakat Indonesia dan dunia.
Pengertian toleransi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah sifat atau sikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian, pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, atau kelakuan yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.
Inti toleransi adalah bentuk kelapangdadaan, atau menghormati adanya perbedaan, bukan mencampuradukkan perbedaan. Atau dalam agama Islam “Lakum dinukum waliyadin” ayat ke-6 dari Surat Al-Kafirun dalam Al-Qur’an, yang artinya “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku”, hal ini menekankan toleransi dan pemisahan urusan ibadah antar agama.
Sejarah turunnya Surat Al-Kafirun adalah peristiwa Rasulullah SAW menolak tawaran kaum kafir Quraisy untuk bergantian menyembah Tuhan adalah momen penting yang melatarbelakangi turunnya Surah Al-Kafirun.
Kafir Quraisy Mekah menawarkan jalan tengah, yaitu tahun ini mereka menyembah Allah, dan tahun berikutnya gantian Nabi Muhammad SAW menyembah berhala-berhala mereka. Berikut adalah beberapa contoh tindakan toleransi Rasulullah SAW yang bersumber dari sirah nabawiyah:
Saat tiba di Madinah, Rasulullah SAW merumuskan Piagam Madinah. Perjanjian ini menjamin kebebasan beragama, HAM, dan keamanan bagi seluruh penduduk Madinah, termasuk komunitas Yahudi dan suku lain, untuk hidup damai bersama kaum Muslimin.
Editor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















