INDAHNYA TOLERANSI DAN HIDUP BERDAMPINGAN SECARA DAMAI

Ketika delegasi Kristen dari Najran datang ke Madinah, Rasulullah mempersilahkan mereka beribadah menurut cara mereka di dalam Masjid Nabawi. Ini menunjukkan rasa hormat yang sangat tinggi terhadap kebebasan beragama.

Rasulullah SAW pernah berdiri saat ada jenazah seorang Yahudi lewat. Ketika ditanya mengapa Beliau menghormati jenazah tersebut, beliau menjawab, “Bukankah ia juga manusia?”.

Toleransi Rasulullah tidak terbatas pada agama lain, tapi juga dalam hubungan keluarga. Beliau memerintahkan Asma’ untuk menerima hadiah dari ibunya yang saat itu belum masuk Islam dan tetap berbuat baik kepadanya.

BACA JUGA :  7 Tips Awet Muda untuk Pria agar Tetap Prima dan Percaya Diri

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menyakiti seorang dzimmi (non-Muslim yang dilindungi dalam negara Islam), maka ia menyakitiku”. Ini menegaskan prinsip perlindungan dan toleransi yang tinggi terhadap penganut agama lain.

Rasulullah SAW sering menjenguk tetangga Beliau, termasuk dari kalangan Yahudi, bahkan ketika mereka sebelumnya sering menzalimi Beliau. Itulah sikap mulia dan lemah lembut dari Nabi Muhammad SAW.

BACA JUGA :  Fajar/Fikri Tantang Wakil Korea di Final Singapore Open 2026

Prinsip toleransi Rasulullah SAW adalah “Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku” (QS. Al-Kafirun), di mana beliau sangat tegas dalam hal akidah, namun sangat toleran dalam muamalah (hubungan sosial).

Maka sesuai dengan pengertian toleransi, silahkan berpuasa ramadhan bagi kita yang Muslim, silahkan puasa rabu abu untuk saudara kita yang Khatolik dan silahkan  imlek bagi saudara kita Khunghucu. Jayalah Indonesiaku.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================