BOGORTODAY.COM – Peristiwa terbelahnya Laut Merah merupakan salah satu fragmen paling ikonik dalam sejarah kenabian.
Kisah pelarian Nabi Musa AS bersama Bani Israil dari kejaran Firaun ini tidak hanya menjadi simbol kemenangan iman atas tirani, tetapi juga memicu rasa penasaran para ilmuwan untuk mencari tahu: mungkinkah fenomena ini dijelaskan melalui kacamata sains?
Penjelasan Ilmiah: Dinamika Angin dan Fenomena Alam
Sejumlah peneliti dari institusi ternama mencoba melakukan pendekatan rasional terhadap peristiwa yang terjadi sekitar 3.500 tahun lalu ini. Mengutip studi dari National Center for Atmospheric Research (NCAR) dan University of Colorado Boulder, simulasi komputer menunjukkan bahwa hukum fisika memungkinkan air laut untuk “tersingkir” sementara.
- Kekuatan Angin Timur
Carl Drews, peneliti utama studi tersebut, menjelaskan bahwa angin timur yang bertiup kencang secara konsisten sepanjang malam (sekitar 101 km/jam) memiliki kekuatan untuk mendorong massa air.
Dalam simulasi tersebut, air terdorong ke arah utara Mesir, membuka daratan berlumpur yang cukup kering untuk dilintasi manusia dalam waktu sekitar empat jam.
- Kombinasi Empat Faktor Meteorologi
Ilmuwan dari University of Leicester menambahkan bahwa terbelahnya air kemungkinan dipicu oleh sinergi empat kondisi sekaligus: angin timur, gelombang negatif, pasang surut, dan gelombang Rossby (gerakan fluida raksasa di lautan). Gabungan faktor ekstrem ini dapat membuat permukaan air tersibak dan membentuk dinding air di kedua sisi jalur daratan.
- Lokasi Geografis
Para peneliti memperkirakan titik kejadian ini berada di bagian utara Mesir, tepatnya di sekitar wilayah Port Said dekat ujung Terusan Suez, yang pada masa kuno memiliki kedalaman dan topografi yang memungkinkan terjadinya fenomena tersebut.
Kronologi dalam Al-Qur’an: Kemenangan atas Firaun
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















