Proyek “Golden Dome”: Ambisi Amerika Bangun Perisai Pertahanan dari Luar Angkasa

Golden Dome
Proyek “Golden Dome”: Ambisi Amerika Bangun Perisai Pertahanan dari Luar Angkasa. (Foto: Lookheed Marten)

BOGORTODAY.COM – Rencana besar pengembangan sistem pertahanan luar angkasa yang digagas oleh Donald Trump mulai memasuki tahap nyata. Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon dilaporkan telah menunjuk dua perusahaan teknologi untuk mengembangkan prototipe awal sistem bernama “Golden Dome”.

Perusahaan yang terlibat dalam tahap ini adalah Impulse Space dan Anduril Industries. Keduanya akan fokus membangun teknologi berbasis satelit yang mampu melacak sekaligus menargetkan rudal sejak fase awal peluncuran.

Menghidupkan Kembali Konsep “Perisai Langit”

Golden Dome dirancang sebagai jaringan satelit canggih yang dapat mendeteksi, mengikuti, dan bahkan menghancurkan ancaman seperti rudal balistik maupun drone sebelum mencapai wilayah Amerika Serikat.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste Malam Ini, Garuda Muda Incar Tiket Semifinal AFF U-19 2026

Gagasan ini sebenarnya bukan hal baru. Pada era Ronald Reagan, pemerintah AS pernah memperkenalkan program Strategic Defense Initiative yang populer dengan julukan “Star Wars”. Namun, proyek tersebut tidak pernah benar-benar terwujud karena keterbatasan teknologi saat itu.

Kini, Golden Dome mencoba merealisasikan konsep serupa dengan dukungan teknologi modern, termasuk kecerdasan buatan dan perkembangan industri satelit.

Peran Perusahaan Teknologi

Dalam proyek ini, Impulse Space akan berperan sebagai mitra teknis di bawah koordinasi Anduril. Perusahaan tersebut dipimpin oleh Tom Mueller, yang dikenal sebagai salah satu tokoh awal di SpaceX milik Elon Musk.

BACA JUGA :  Kandang Ayam Broiler Dua Lantai di Caringin Bogor Ludes Terbakar

Sementara itu, Anduril Industries dikenal sebagai perusahaan yang agresif mengembangkan teknologi militer berbasis kecerdasan buatan, termasuk sistem drone dan pengawasan canggih.

Selain kedua perusahaan tersebut, sejumlah raksasa industri pertahanan seperti Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan True Anomaly juga disebut ikut berkontribusi dalam tahap awal pengembangan.

Tantangan Teknologi dan Biaya Fantastis

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================