
Salah satu komponen utama Golden Dome adalah sistem interceptor berbasis luar angkasa, yang dirancang untuk menghancurkan rudal sejak masih dalam fase peluncuran. Namun, teknologi ini masih berada pada tahap awal dan belum pernah diterapkan secara operasional.
Pada 2025, United States Space Force bahkan baru mulai menjajaki kemungkinan teknologi tersebut melalui permintaan informasi kepada industri.
Para ahli menilai proyek ini menghadapi tantangan besar, mulai dari akurasi pelacakan objek di luar angkasa hingga kecepatan respons sistem dalam menghadapi ancaman real-time.
Selain itu, biaya pengembangannya juga menjadi sorotan. Beberapa studi memperkirakan total anggaran Golden Dome bisa mencapai 3,6 triliun dolar AS hingga tahun 2045.
Kekhawatiran Geopolitik Global
Lembaga riset Brookings Institution menilai proyek ini berpotensi memicu perlombaan senjata baru di luar angkasa. Negara seperti China dan Rusia diperkirakan akan mengembangkan sistem serupa sebagai respons.
Alih-alih meningkatkan stabilitas, langkah ini justru dikhawatirkan memperkeruh situasi keamanan global.
Menuju Uji Coba Awal
Meski jadwal resmi masih belum diumumkan, beberapa laporan menyebutkan bahwa uji coba besar pertama Golden Dome kemungkinan akan dilakukan menjelang pemilihan presiden AS pada 2028.
Dengan dimulainya pengembangan prototipe oleh Impulse Space dan Anduril, proyek ini kini telah memasuki fase yang lebih konkret. Namun, keberhasilannya masih menjadi tanda tanya besar—apakah benar mampu menjadi “perisai langit”, atau justru hanya menjadi ambisi mahal yang sulit direalisasikan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















