BOGORTODAY.COM – Benua Afrika saat ini masih menjadi satu daratan utuh. Namun para ilmuwan memperkirakan kondisi tersebut dapat berubah di masa depan akibat aktivitas retakan besar yang terus berkembang di wilayah Afrika Timur.
Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan adanya peningkatan aktivitas geologi pada sistem retakan raksasa yang membentang ribuan kilometer di kawasan tersebut. Retakan itu diyakini berpotensi memisahkan sebagian wilayah Afrika dan membentuk samudra baru dalam jutaan tahun mendatang.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications pada April 2026. Para peneliti menjelaskan bahwa retakan di Afrika Timur berkembang lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya.
Ahli geologi dari Universitas Columbia, Christopher Rowan, mengatakan proses perpecahan benua di wilayah itu menunjukkan tanda-tanda yang semakin jelas.
Menurutnya, Afrika Timur kini mengalami tahapan awal pemisahan kerak bumi yang dapat terus berkembang seiring aktivitas tektonik.
Retakan Afrika Timur
Fenomena tersebut berkaitan dengan sistem retakan yang dikenal sebagai East African Rift System (EARS). Sistem ini merupakan salah satu contoh paling besar dari proses pemisahan lempeng tektonik yang masih aktif di Bumi.
Retakan Afrika Timur membentang melintasi sejumlah negara seperti Ethiopia, Kenya, hingga wilayah lain di Afrika Timur.
Secara geologis, sistem retakan itu terjadi akibat pergerakan dua lempeng besar, yakni Lempeng Nubia dan Lempeng Somalia. Kedua lempeng tersebut perlahan bergerak saling menjauh sehingga menyebabkan kerak bumi meregang dan retak.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















