5 Peristiwa Bersejarah di Bulan Muharram yang Memiliki Makna Besar bagi Umat Islam

Bulan Muharram
5 Peristiwa Bersejarah di Bulan Muharram yang Memiliki Makna Besar bagi Umat Islam. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam kalender Islam. Sebagai bulan pertama dalam penanggalan Hijriah, Muharram tidak hanya menjadi penanda pergantian tahun bagi umat Islam, tetapi juga menyimpan banyak peristiwa penting yang sarat dengan nilai sejarah, keimanan, dan keteladanan.

Sejumlah peristiwa yang terjadi pada bulan ini, khususnya pada tanggal 10 Muharram atau yang dikenal sebagai Hari Asyura, sering dijadikan bahan renungan karena mengandung pelajaran berharga tentang perjuangan, kesabaran, syukur, hingga pengorbanan demi menegakkan kebenaran.

Berikut beberapa peristiwa penting yang kerap dikaitkan dengan bulan Muharram dalam sejarah Islam.

  1. Awal Penanggalan Kalender Hijriah

Muharram dikenal sebagai bulan pertama dalam kalender Islam. Menariknya, meskipun peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah terjadi pada bulan Rabiul Awal, para sahabat pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA menetapkan Muharram sebagai awal tahun Hijriah.

Keputusan tersebut diambil melalui musyawarah para sahabat yang sepakat menjadikan peristiwa hijrah sebagai titik awal perhitungan kalender Islam. Muharram dipilih karena pada bulan inilah persiapan hijrah mulai direncanakan setelah berakhirnya musim haji.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Cup 2026 Jadi Wadah Pemersatu dan Perekat Kekompakan Wartawan Kota dan Kabupaten

Sejak saat itu, kalender Hijriah menjadi acuan penting bagi umat Islam dalam menjalankan berbagai ibadah dan aktivitas keagamaan.

  1. Keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari Kejaran Firaun

Salah satu peristiwa yang paling dikenal pada Hari Asyura adalah kisah keselamatan Nabi Musa AS dan pengikutnya dari kejaran Firaun.

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Allah SWT memberikan pertolongan kepada Nabi Musa AS dengan membelah Laut Merah sehingga beliau dan Bani Israil dapat menyeberang dengan selamat. Sementara itu, Firaun beserta pasukannya tenggelam ketika laut kembali menyatu.

Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk rasa syukur atas peristiwa tersebut. Nabi Muhammad SAW kemudian menyatakan bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti ajaran Nabi Musa AS dan menganjurkan pelaksanaan puasa Asyura.

Peristiwa ini menjadi simbol kemenangan kebenaran atas kezaliman serta bukti pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.

  1. Disyariatkannya Puasa Asyura
BACA JUGA :  Luka Akibat Diabetes Sulit Sembuh, Ini Cara Merawatnya agar Tidak Semakin Parah

Berkaitan dengan peristiwa Nabi Musa AS, umat Islam kemudian dianjurkan untuk melaksanakan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan besar, yaitu menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.

Karena keutamaannya tersebut, banyak umat Islam yang memanfaatkan momen Muharram untuk meningkatkan ibadah, termasuk dengan melaksanakan puasa sunnah pada tanggal 9 dan 10 Muharram atau 10 dan 11 Muharram guna membedakan diri dari tradisi puasa kaum Yahudi.

Puasa Asyura hingga kini tetap menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam di seluruh dunia.

  1. Berlabuhnya Bahtera Nabi Nuh AS Setelah Banjir Besar

Muharram juga sering dikaitkan dengan kisah Nabi Nuh AS dan peristiwa banjir besar yang menimpa kaumnya.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================