Anak Bahagia Berawal dari Orang Tua Bahagia, Ini Pentingnya Pengasuhan Positif di Era Digital

Anak
Ilustrasi Keluarga Bahagia. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Perkembangan teknologi yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam pola pengasuhan anak. Di era digital, anak-anak tumbuh dengan akses informasi yang begitu luas, sehingga orang tua tidak lagi hanya bertugas memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga harus mampu menjadi pendamping yang aktif dalam membentuk karakter dan menjaga kesehatan mental anak.

Kemudahan memperoleh informasi memang membuka banyak kesempatan bagi anak untuk belajar dan berkembang. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan baru yang mengharuskan orang tua membangun hubungan emosional yang kuat agar anak mampu menyaring berbagai pengaruh dari lingkungan sekitarnya.

Pengasuhan modern kini lebih menekankan pada terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh dukungan. Suasana keluarga yang positif diyakini dapat membantu anak tumbuh percaya diri, mengenali potensi diri, serta memiliki karakter yang tangguh sejak usia dini.

Kesehatan Mental Anak Perlu Menjadi Perhatian

BACA JUGA :  Bermain Lego Bukan Sekadar Hiburan, Ini 9 Manfaat Besarnya bagi Tumbuh Kembang Anak

Perhatian terhadap kondisi psikologis anak semakin penting. Berdasarkan hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan Kementerian Kesehatan, sekitar 700 ribu anak atau hampir 10 persen dari sekitar 7 juta anak yang menjalani pemeriksaan menunjukkan gejala kecemasan dan depresi.

Data tersebut menjadi pengingat bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya diukur dari kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental dan emosional yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga.

Stimulasi Sesuai Usia Membantu Anak Berkembang Optimal

Dokter Spesialis Anak, Tumpal Andreas, menjelaskan bahwa perkembangan anak yang optimal memerlukan stimulasi yang sesuai dengan tahapan usianya.

Menurutnya, anak membutuhkan kesempatan untuk bermain, bergerak, bereksplorasi, mencoba hal-hal baru, serta belajar dari lingkungan sekitar. Melalui pendampingan yang tepat, anak akan lebih mudah membangun rasa percaya diri sekaligus menemukan potensi yang dimilikinya sejak dini.

Ia juga menilai bahwa stimulasi yang diberikan secara konsisten dapat membantu perkembangan kemampuan berpikir, keterampilan motorik, hingga kemampuan bersosialisasi. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting agar anak mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan siap menghadapi berbagai tantangan.

BACA JUGA :  BPK Kembali Beri Opini WTP atas LKPP 2025, Dinilai Cerminkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara

Hubungan Emosional Menjadi Fondasi Pembentukan Karakter

Selain stimulasi, kualitas hubungan antara orang tua dan anak juga memegang peranan besar dalam proses pembentukan karakter.

Psikolog Ajeng Raviando menilai bahwa anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa diterima, dihargai, dan didukung. Rasa aman tersebut menjadi modal utama agar anak berani mencoba hal baru serta memiliki kepercayaan diri yang baik.

Menurutnya, ikatan emosional atau bonding tidak ditentukan oleh lamanya waktu bersama, melainkan kualitas interaksi yang dibangun setiap hari. Percakapan yang hangat, perhatian penuh, serta dukungan terhadap aktivitas anak dapat memperkuat hubungan dalam keluarga.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================