Mengenal Flamingo Era, Fase Saat Ibu Merasa Kehilangan Jati Diri Setelah Punya Anak

Flamingo
Ilustrasi Flamingo. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Menjadi seorang ibu adalah pengalaman yang membawa perubahan besar dalam kehidupan. Selain perubahan fisik, hadirnya buah hati juga mengubah rutinitas, cara berpikir, hingga kondisi emosional.

Di balik kebahagiaan menyaksikan tumbuh kembang anak, banyak ibu yang perlahan merasa waktu dan perhatian mereka sepenuhnya tercurah untuk keluarga.

Dalam kondisi tersebut, sebagian ibu mulai merasa kehilangan ruang untuk diri sendiri, menjauh dari hobi, atau bahkan merasa tidak lagi mengenali sosok dirinya seperti sebelum memiliki anak. Pengalaman ini dikenal dengan istilah flamingo era.

Meski terdengar baru, istilah tersebut semakin banyak dibahas karena dianggap mampu menggambarkan perjalanan emosional yang dialami banyak ibu pada masa awal pengasuhan.

Apa Itu Flamingo Era?

BACA JUGA :  Benarkah Jahe Bisa Menurunkan Demam? Ini Penjelasan Ilmiah di Baliknya

Flamingo era merupakan istilah yang menggambarkan fase ketika seorang ibu mengalami perubahan besar setelah melahirkan dan membesarkan anak. Nama ini terinspirasi dari perilaku burung flamingo.

Saat merawat anaknya, induk flamingo menghasilkan crop milk, yaitu cairan bergizi tinggi yang digunakan untuk memberi makan anak-anaknya. Proses tersebut menguras cadangan pigmen alami pada tubuhnya sehingga warna bulu flamingo yang semula merah muda cerah berubah menjadi lebih pucat.

Fenomena biologis ini kemudian dijadikan metafora bagi kehidupan seorang ibu. Sama seperti flamingo yang memberikan sebagian energinya kepada anak, seorang ibu juga sering mengorbankan waktu, tenaga, perhatian, bahkan impian pribadinya demi memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi.

Ketika Dua Emosi Hadir Bersamaan

Flamingo era bukan berarti seorang ibu tidak bahagia memiliki anak. Justru sebaliknya, banyak ibu merasakan cinta yang begitu besar kepada buah hati mereka.

BACA JUGA :  Kota Kuno Al-Natah Terungkap di Gurun Arab, Ini 5 Fakta Menarik Permukiman Berusia 4.000 Tahun

Namun, di saat yang sama, muncul pula rasa lelah, kesepian, kehilangan kebebasan, atau kerinduan terhadap kehidupan sebelum menjadi orang tua. Kedua emosi tersebut dapat hadir secara bersamaan tanpa saling bertentangan.

Perasaan seperti ini merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari proses adaptasi terhadap peran baru dalam kehidupan.

Mengapa Banyak Ibu Merasa Kehilangan Diri?

Memasuki masa pengasuhan, banyak ibu memilih menunda berbagai keinginan pribadi. Waktu untuk bekerja, mengembangkan karier, menjalani hobi, hingga sekadar beristirahat sering kali berkurang karena prioritas utama beralih kepada anak.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================