3 Kesalahan Pola Asuh yang Sering Dilakukan Orang Tua dan Cara Memperbaikinya

Pola Asuh
Ilustrasi Anak Dimarahi Orang Tua. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Setiap orang tua pasti ingin memberikan perlindungan dan kehidupan terbaik bagi anak-anaknya. Rasa sayang yang besar sering membuat ayah dan ibu berusaha memastikan anak selalu aman, bahagia, dan tidak mengalami kesulitan.

Berbagai cara pun dilakukan, mulai dari membantu pekerjaan anak, mengatur aktivitas sehari-hari, hingga berusaha menjauhkan anak dari kegagalan atau kekecewaan.

Namun, perhatian yang berlebihan terkadang justru dapat memberikan dampak yang kurang baik. Sikap terlalu mengatur atau terlalu melindungi bisa membuat anak kesulitan mengembangkan kemandirian, belajar mengambil keputusan, dan menghadapi masalah sendiri.

Menurut pelatih pengasuhan anak sekaligus ibu empat anak, Camilla McGill, hampir semua orang tua pernah melakukan kesalahan dalam proses mendidik anak. Hal tersebut bukan karena kurangnya kasih sayang, melainkan karena keinginan besar untuk menjaga anak tetap dalam kondisi terbaik.

BACA JUGA :  Jenal Mutaqin Dukung Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah, Tekankan Pentingnya Kedekatan Emosional

Berikut beberapa pola asuh yang sering dilakukan orang tua tanpa disadari dan cara mengubahnya.

  1. Terlalu Banyak Mengatur, Bukan Memberikan Arahan

Sebagian orang tua merasa perlu mengawasi dan menentukan hampir setiap hal yang dilakukan anak. Mulai dari pakaian yang dipakai, cara mengerjakan tugas, hingga kegiatan bermain sering kali ingin dikendalikan agar sesuai dengan harapan.

Biasanya, perilaku tersebut muncul karena rasa khawatir. Orang tua takut anak mengalami kegagalan, mendapat perlakuan buruk dari lingkungan, atau membuat keputusan yang salah.

Meski memiliki niat baik, kontrol yang terlalu besar dapat membuat anak kehilangan kesempatan untuk belajar menentukan pilihan. Anak bisa menjadi mudah bergantung kepada orang tua atau justru menunjukkan perlawanan karena merasa terlalu dibatasi.

Salah satu cara mengubah pola ini adalah dengan memberikan pilihan yang masih berada dalam batas aman.

BACA JUGA :  AI Mulai Jadi Konsultan Pendidikan Gratis bagi Orang Tua di China

Contohnya, daripada berkata, “Segera pakai baju sekarang!”, orang tua dapat memberikan pilihan seperti, “Kamu mau berganti pakaian di kamar atau di ruang ganti?”

Cara tersebut membuat anak merasa dihargai sekaligus membantu melatih kemampuan mengambil keputusan.

  1. Mudah Bereaksi dengan Emosi

Mengasuh anak bukanlah hal yang selalu mudah. Ketika anak menangis, membantah, atau tidak mengikuti arahan, orang tua terkadang ikut terbawa emosi.

Namun, respons yang penuh kemarahan sering kali tidak menyelesaikan masalah. Anak yang sedang kesulitan mengendalikan perasaannya justru membutuhkan contoh dari orang dewasa tentang bagaimana menghadapi emosi dengan tenang.

Misalnya, ketika anak melempar barang karena marah, membentak atau langsung menghukum bukan satu-satunya solusi. Orang tua bisa mencoba menenangkan diri terlebih dahulu, kemudian membantu anak memahami emosinya.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================