BOGORTODAY.COM – Sarapan menjadi salah satu waktu makan penting karena berperan sebagai sumber energi untuk menjalani aktivitas sepanjang hari. Namun, pemilihan menu sarapan juga perlu diperhatikan karena tidak semua makanan yang dikonsumsi di pagi hari baik bagi kesehatan.
Sejumlah makanan yang sering dijadikan pilihan sarapan ternyata dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi jantung. Kandungan natrium tinggi, lemak jenuh, serta rendahnya serat dalam makanan tertentu dapat memberikan dampak buruk apabila dikonsumsi secara rutin dalam jangka panjang.
Berikut beberapa jenis menu sarapan yang perlu dibatasi demi menjaga kesehatan jantung.
- Makanan dengan Kandungan Natrium Tinggi
Beberapa makanan sarapan diketahui mengandung garam dalam jumlah tinggi meski terkadang tidak terasa. Dokter spesialis jantung Robert Segel, MD, menyebut makanan seperti sosis asin dan kornet dapat menjadi sumber natrium tersembunyi.
Menurutnya, konsumsi natrium berlebihan dapat menyebabkan tubuh menahan cairan, meningkatkan tekanan darah, serta memperbesar risiko terjadinya gagal jantung.
Kementerian Kesehatan juga mengingatkan agar masyarakat membatasi konsumsi makanan tinggi garam seperti ikan asin, telur asin, serta makanan olahan dan kemasan yang sering dikonsumsi secara praktis.
Asupan natrium yang terlalu tinggi dapat mengganggu sistem pengaturan tekanan darah dalam tubuh. Akibatnya, kerja jantung menjadi lebih berat karena harus memompa darah dengan tekanan yang lebih tinggi.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi natrium berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan pola makan rendah garam.
- Makanan Tinggi Lemak Jenuh
Selain garam, makanan olahan berbahan dasar daging juga perlu diwaspadai karena umumnya mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi.
Produk seperti daging olahan tidak hanya berpotensi meningkatkan asupan natrium, tetapi juga dapat menaikkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.
Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak pada pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat menghambat aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















