Maung Bandung Berbenah

dejan-antonic-umuhBANDUNG, TODAY – Manajer Persib Band­ung Umuh Muchtar, menyatakan tidak akan ada penambahan pemain di Indonesia Soccer Champion­ship (ISC) A 2016. Menurut­nya, para pemain Maung Bandung, yang ada seka­rang dirasa sudah cukup baik.

Tentunya hal yang di­katakan Umuh memang benar adanya. Sebab bila melihat skuat Persib saat ini, sejumlah pemain klub asal Kota Bandung tersebut mempunyai permainan yang berada di atas rata-rata.

Tercatat ada 24 pemain yang kini dilatih oleh pelatih Dejan Antonic itu untuk ISC A. Mayoritas pemain yang ada pun muka-muka lama yang seperti Atep, Hariono, dan Tony Sucipto.

“Pemain yang sekarang saya rasa sudah cukup. Jadi tidak per­lu mendatangkan pemain baru lagi,” ucap pria berusia 67 tahun tersebut kepada Goal Indonesia.

Umuh menambahkan, merasa beruntung dengan mundurnya jadwal bergulir ISC A yang awalnya diagendakan 16 April men­jadi 29 April 2016. Pasalnya, ia menilai kesiapan timnya bisa lebih matang karena mundurnya jadwal itu.

“Tidak masalah jadwal mundur. Pelatih bisa lebih fokus lagi untuk mempersiapkan tim un­tuk bermain di ISC nanti,” ujarnya.

Mengenai lawan di ISC, dirinya mengatakan untuk di jajal perdana akan melawan Sriwijaya FC. Sebelumnya, Persib dijadwalkan mengha­dapi Barito Putera di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, 23 April 2016.

Namun setelah adanya revisi dan pemun­duran jadwal kick-off, lawan Persib pun ikut berubah. Adalah Sriwijaya FC yang bakal men­jadi lawan perdana tim Maung Bandung di ISC. Laga kedua tim bakal digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 1 Mei 2016.

BACA JUGA :  Bogor Hornbills Bidik Kemenangan di Gim Ketiga Final IBL 2026

“Ini hasil kemarin pertemuan manajer. Un­tuk kita ada perubahan, kan awalnya di sini (Bandung),” kata Umuh.

“Saya serahkan sama Dejan Antonic, dia harus siap dan benar-benar mempersiapkan untuk ISC nanti. Yang kemarin itu anggap saja hiburan, kalau yang ini serius. Ujian juga buat Dejan karena Bobotoh sangat menginginkan pelatih dan pemain lebih baik lagi. Semuanya, Dejan yang memutuskan,” tambahnya.

Di saat yang hampir bersamaan, bek sayap kiri Persib, Tony Sucipto, mengaku senang dan berharap mental para pemain kembali terdong­krak menjelang ISC ini. “Dengan waktu yang masih tiga minggu, kami beruntung bisa mem­persiapkan tim. Secara persiapan, kami juga lebih matang,” ujar Tony.

Di sisi lain, Umuh mengungkapkan juga mengungkapkan status Zulham Zamrun saat ini. Menurutnya, saat ini kesepakatan Persib dengan Zulham masih sebatas lisan.

“Tiap hari kami komunikasi, dia nanti datang kalau sudah beres urusannya. Belum sampai tanda tangan kontrak,” beber Umuh.

“Mudah-mudahan pemain yang baru datang cepat adaptasi. Zulham sudah tidak ada ma­salah, kalau yang satu lagi belum jelas, belum pasti dari Asia juga,” jelasnya

Kepastian Turnamen Jangka Panjang

Manajer Persib, Umuh Muchtar menegas­kan pada pertemuan manajer klub peserta tur­namen Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 di Hotel Park Lane Jakarta, Senin 11 April 2016 tidak membicarakan agenda Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI Pusat.

Pada pertemuan itu khusus membahas ten­tang persiapan turnamen jangka panjang yang dimulai 29 April dan berakhir 18 Desember. “Ti­dak ada yang membicarakan KLB. Semua fokus bagaimana agar ISC bisa terlaksana pada April ini. Klub lebih perhatian dulu kepada turna­men ini karena masyarakat pasti sudah meng­harapkan ada turnamen atau kompetisi jangka panjang,” kata Umuh, Selasa 12 April 2016.

BACA JUGA :  Kisah Rafa Azka, Pendekar Cilik Asal Kota Bogor yang Borong Medali Emas Karate Nasional

Umuh juga menilai sudah tidak tepat jika dalam pertemuan kemarin tiba-tiba membahas KLB. Sebab, klub sendiri keinginannya adalah segera bergulir turnamen atau kompetisi. Apa­lagi, menggelar KLB juga memerlukan waktu persiapan dan ada persyaratan-persyaratan yang harus ditempuh.

Di lain sisi, klub saat ini mendesak agar tur­namen ada kepastian jadwalnya karena sudah melakukan kontrak dengan pemain. “Ada sebuah pertanggung jawaban moril kepada pemain. Jan­gan sampai seperti tahun kemarin, sudah berja­lan lalu berhenti, lalu kerja sama klub dan pe­main terputus. Kasihan juga kepada pemain, dan pelaku sepak bola lainnya,” kata Umuh.

Sebelumnya, sempat berembus dalam pertemuan itu, ada agenda membahas KLB. Klub-klub yang dulunya dari peserta Indone­sia Super League (ISL) 2014 menjadi pionir jika mengusulkan adanya KLB. Selama ini, Asosiasi PSSI Provinsi maupun klub kasta di bawah, ma­sih “malu-malu” untuk menyuarakan KLB kare­na menunggu sikap dari klub asal kompetisi ISL terlebih dahulu.

Seperti diketahui, Ketua Umum PSSI, La Ny­alla Mattalitti ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam kasus korupsi di tubuh Kamar Dagang Industri Jawa Timur. La Nyalla sendiri saat ini berada di luar negeri.

(Imam/net)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================