Kotoran Gajah, Kopi Termahal Se-Dunia Lembut dan Tidak Pahit

GOLDEN TRIANGLE, THAILAND - DECEMBER 10: Mahout's wives pick out coffee beans from elephant dung at an elephant camp at the Anantara Golden Triangle resort on December 10, 2012 in Golden Triangle, northern Thailand. Black Ivory Coffee, started by Canadian coffee expert Blake Dinkin, is made from Thai arabica hand picked beans. The coffee is created from a process whereby coffee beans are naturally refined by a Thai elephant. It takes about 15-30 hours for the elephant to digest the beans, and later they are plucked from their dung and washed and roasted. Approximately 10,000 beans are picked to produce 1kg of roasted coffee. At USD 1,100 per kilogram or USD 500 per pound, the cost per serving of the elephant coffee equals USD 50, making the exotic new brew the world's priciest. It takes 33 kilograms of raw coffee cherries to produce 1 kilo of Black Ivory Coffee. (Photo by Paula Bronstein/Getty Images) ORG XMIT: 158273979

BAGI para penikmat kopi, taukah Anda kopi termahal di dunia saat ini? Jawabannya adalah Kopi Gajah Thailand. Di utara Thailand, dua puluh ekor gajah setiap hari mengeluarkan kopi termahal di dunia. Mirip seperti kopi luwak, para gajah ini diberi makan biji kopi dan sehari kemudian kotoran mereka dikumpulkan.

Berapa harganya? 1,100 Dolar AS per kilo. Dan kopi gajah ini sampai hari ini dianggap sebagai kopi termahal di dunia. Penikmatnya tentu saja para pelancong dan penggemar kopi berkantong tebal. Kopi ini diberi nama “Black Ivory Coffee” atau “Kopi Gading Hitam”.

Pertama kali di-launching di beberapa hotel mewah di seluruh dunia – pertama tentu saja di Thailand, lalu Maldives dan sekarang Abu Dhabi. Kopi ini mereka jual dengan harga 50 Dolar AS per cangkir.

Data yang dihimpun, kopi ini diproduksi di Segitiga Emas, yang dikenal sebelumnya sebagai penghasil obat-obatan. Penemu kopi gajah ini adalah Blake Dinkin yang berasal dari Kanada. Mengapa gajah?

BACA JUGA :  Resep Tahu Walik Aci Renyah di Luar, Kenyal di Dalam, Cocok untuk Camilan Rumahan

Ketika seekor gajah makan biji kopi, asam dalam perutnya memecahkan protein yang terkandung dalam kopi, yang menjadi sumber rasa pahit dalam kopi. Jadi kopi gajah ini rasanya sangat lembut dan tidak pahit sama sekali. Inilah sebabnya mengapa kopi gajah harganya jadi lebih mahal dibanding dengan kopi luwak.

Seekor gajah membutuhkan waktu 15-30 jam untuk mencerna biji-biji kopi, dan mereka mengunyahnya dengan pisang dan batang tebu, sehingga memberikan rasa kopi yang berbeda pada kopi yang dihasilkannya. Ada proses fermentasi yang terjadi dalam pencernaan gajah yang memberikan rasa yang nggak bakal kita temukan di kopi lain.

John Roberts, Direktur Yayasan Perlindungan Gajah Golden Triangle Asian Elephant Foundation Thailand, mendapatkan 8 persen dari keuntungan penjualan kopi gajah, dan dananya digunakan untuk pemeliharaan kesehatan gajah-gajah itu. Sejauh ini, biji kopi nggak membahayakan kesehatan gajah. Kenapa? “Karena memang perut gajah tidak mampu untuk mencerna biji kopi dengan baik, dan kesehatan parah gajah itu diawasi secara khusus oleh seorang dokter hewan,” ungkap John, akhir pekan kemarin.

BACA JUGA :  Warga Digenjot Taat Pajak, Truk Dinas Pelat Merah di Kota Bogor Malah Nunggak Sejak 2021

Ini caranya yang baik untuk membantu para gajah itu karena biaya pemeliharaan gajah itu sekitar USD1,000 per bulan per ekor. Untuk menghasilnya 1 kilogram kopi gajah, si gajah harus makan 33 kilogram biji kopi. “Kebanyakan dari biji kopi itu mereka kunyah, dan sebagian lagi pecah. Makanya harganya mahal di Dunia,” imbuh John.

Kopi yang dimakan para gajah itu adalah biji kopi Arabika dan dipetik oleh para wanita dari sebuah perkampungan kecil. Wanita-wanita itu mengumpulkan kotoran gajah, lalu memecahkannya dan memilih biji kopi dari kotoran itu. “Setelah dicuci, biji-biji kopi gajah diproses di Bangkok. Kopi Arabika cuma mengandung kurang lebih 1 persen kafein,” kata John.

 “Untuk saat ini, kita hanya bisa mencoba kopi gajah ini di beberapa tempat berlibur kelas atas Anantara, termasuk yang berada di Segitiga Emas, yang letaknya tepat bersebelahan dengan yayasan gajah,” tandasnya. Mau mencoba?(Yuska Apitya)

 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================