Versi 2020 Jadi yang Terakhir, UN Diganti Asesmen Kompetensi-Survei Karakter

Sejumlah siswa tengah mengerjakaan soal - soal Ujian Nasional dengan menggunakan Komputer atau Computer Based Test (CBT) di SMA 3 Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Senin (13/5). Sebanyak lima sekolah menengah atas di Tangerang Selatan melaksanakan Ujian Nasional dengan berbasis Komputer dan akan melaksanakan ujian nasional selama enam hari kedepan. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/Rei/pd/15.

JAKARTA TODAY – Mendikbud Nadiem Makarim memastikan bahwa ujian nasional akan diganti menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter pada 2021. Siswa yang telah belajar untuk UN 2020 tidak perlu khawatir karena formatnya belum berubah di tahun ini.

Nadiem menuturkan keputusan mengganti format ujian nasional ini berdasarkan survei dan diskusi dengan orangtua, siswa, guru, hingga kepala sekolah. Hasilnya, materi ujian nasional dinilai terlalu padat sehingga fokusnya justru mengajarkan materi dan menghapal materi, bukan terkait kompetensi pelajaran.

BACA JUGA :  Kenali 7 Tanda Kepribadian Narsis, Jangan Sampai Terjebak dalam Hubungan yang Merugikan

“Kedua, isunya adalah ini jadi beban stres bagi banyak sekali siswa, guru, dan orang tua. Karena sebenarnya ini berubah menjadi indikator keberhasilan siswa sebagai individu. Padahal maksudnya ujian berstandar nasional adalah untuk mengases sistem pendidikan yaitu sekolahnya maupun geografinya maupun sistem penduduknya secara nasional,” papar Nadiem di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

BACA JUGA :  Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Tampil Lebih Agresif dengan Fitur Modern dan Torsi Lebih Besar

Selain itu, Nadiem menyebut ujian nasional hanya menilai 1 aspek yaitu kognitif. “Belum menyentuh karakter siswa secara lebih holistik,” sambungnya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================