Untitled-16

HANUM Khaleda (12), siswi SDN Bantarjati 9 Kota Bogor, terpaksa mengikuti Ujian Nasional (UN) di ranjang rumah sakit karena didiagnosis terserang Demam Berdarah Dengue (DBD), Senin(18/5/2015). Kemarin adalah hari kelima Hanum dirawat di rumah sakit.

RIZKI DEWANTARA|YUSKA
[email protected]

Menurut keterangan medis, Hanum baru diperbolehkan pulang hari ini. Dengan tangan masih terinfus, Hanum terlihat serius mengerjakan setiap soal-soal Bahasa Indonesia. Hanum melaksanakan UN di tempat khusus yang sudah disediakan pihak Rumah Sakit Mulia, Kota Bogor. Ibu kandung Hanum, Herlina, menuturkan, anaknya tersebut masuk rumah sakit sejak hari Rabu pekan lalu karena mengalami demam yang sangat tinggi. Ternyata hasil dari diagnosa dokter, Hanum terserang demam berdarah. Herlina berharap anaknya bisa terus mengikuti UN hingga selesai. Hanum memang bersikeras ingin mengikuti UN. “Saya berterima kasih kepada Dinas Pendidikan, karena sudah memfasilitasi anak saya bisa ujian,” jelasnya. Sebelum mengikuti ujian, Hanum berharap nilai ujiannya tidak mengecewakan. Ia mengaku, sudah mengikuti ujian percobaan (try out) sebanyak tiga kali. “Agak tegang sedikit, karena ujian hari pertama soal Bahasa Indonesia, banyak jawaban soal yang menjebak. Saya berharap bisa dapat nilai bagus,” katanya. Terpisah, Ketua komite sekolah SDN Bantarjati 9 Kota Bogor, Syaiful Apriyadi mengatakan kondisi seperti Hanum memang tidak bisa dihindari. Untuk itu pihak sekolah memberi dukungan moril untuk Hanum agar mendapatkan hak pendidikannya. “Hanum sudah mengikuti try out 1 sampai 3 dan alhamdulilah hasilnya bagus. Tapi kena gejala demam berdarah akhirnya Hanum harus ikut ujian di rumah sakit,” ujarnya. Syaiful menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan dinas pendidikan supaya Hanum bisa melakukan ujian sekolah. “Dan alhamdulillah dinas pendidikan merespon dengan baik, dan salah satu anak didik saya tetap bisa ikut ujian,” kata Syaiful. Di Kota Bogor, ada 272 sekolah dasar menjadi penyelenggara ujian dan diikuti 19.801 siswa tahun ini. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Edgar Suratman mengatakan, setelah distribusi soal datang dari Tanggerang, Jumat (15/5/2015) malam lalu. Hari pertama ujian, peserta ujian mengerjakan soal Bahasa Indonesia sebanyak 50 soal, Selasa besok ujian Matematika 40 soal, dan hari terakhir akan diujikan soal Ilmu Pengetahuan Alam 40 soal. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan 25 persen dengan cara memilih soal dari bank nasional, sesuai dengan sesuai dengan kisi-kisi ujian sekolah tahun ajaran 2014/2015. Sedangkan 75 persen soal lainnya disusun oleh Pemprov dengan melibatkan guru mewakili seluruh Kabupaten dan Kota. Edgar menilai, Ujian yang akan dihadapi siswa SD tentunya memiliki tingkatan emosional serta respons yang berbeda dibandingkan dengan siswa SMP atau SMA.(*)

loading...