Untitled-9Seratus lebih murid SDN Bantarkemang 3, Kelurahan Baranan­gsiang, Bogor Timur sudah berkumpul di lapangan upacara. Sinar ma­tahari terasa agak panas, karena sudah pukul 9.55. Tetapi Herry Agustina, S.Pd, M.Pd, orang nomor satu di sekolah tersebut tampak atusias menyambut ke­datangan Tim Bogor Hejo.

RICKY ISKANDAR
[email protected]

‘’Saya senang Bogor Hejo dari surat kabar Bogor Today sudah mau datang ke SDN Ban­tarkemang 3 untuk melakukan penanaman pohon,’’ ujar Her­ry Agustina dalam sambutan­nya jelang penanaman pohon bersama Bogor Hejo-Bogor To­day, Selasa (10/5/2016)

Wanita ramah ini bercerita bahwa SDN yang dipimpinnya ditugaskan untuk menjadi per­contohan sekolah sehat. Selain itu, sekolah yang tak jauh dari Komplek Baranangsiang In­dah ini juga sedang disiapkan menjadi sekolah rintisan Adi­wiyata.

‘’Untuk menuju sekolah rintisan Adiwiyata ini saya dan para guru giat mengajari anak-anak untuk tidak takut kotor dan rajin menanam pohon. Karena itu, kehadiran Bogor Hejo yang menyumbang pohon buah-buahan merupakan keba­hagiaan bagi kami,’’ kata Herry.

Herry bersama para guru yang sebagian besar wanita— hanya dua orang guru pria— tampak sedang berbenah diri dengan menata lingkungan sekolah. Sejumlah pohon yang tampak baru ditanam terlihat di sudut-sudut ruang hijau yang relatif luas. ‘’Kami juga ingin merapikan lapangan upacara agar lebih rapi dan tidak berdebu saat digunakan upacara, tapi anggarannya be­lum turun,’’ katanya.

Sesi edukasi pohon lewat kuis berhadiah sembako dari Yayasan Indera Surya dan peralatan sekolah dari Linda Kristanti Nussy SH (Bank BRI Dewi Sartika) selalu menjadi babak yang paling dinanti-nanti oleh para murid. Itu sebabnya, ketika Amalia Dian Puspitasari alias Amel turun ke lapangan dan mengajak bermain hom-pim-pah, langsung diserbu pu­luhan anak. Mereka berebut menjawab setiap pertanyaan yang diajukan Amel. Para mu­rid SD ini memiliki keberanian untuk menyampaikan jawa­bannya di tengah massa.

‘’Mereka sangat terhibur dengan acara kuis pohon ini. Maklum sebagian besar murid di sini berasal dari kelompok keluarga menengah ke bawah. Hadiah sembako dan pera­latan sekolah sangat berarti bagi mereka,’’ kata Herry.

Karena sebagian besat murid berasal dari keluarga menengah ke bawah, menu­rut Herry, banyak program-program sekolah yang sulit dilaksanakan karena terbentur anggaran. ‘’Ya akhirnya semua program itu dikembalikan ke sekolah dan sekolah menung­gu bantuan dana dari pemer­intah,’’ ujarnya.

Pada kesempatan ini Amel juga membagikan santunan untuk 6 orang anak yatim atau piatu. Santunan ini juga meru­pakan titipan dari donatur Bo­gor Hejo yang ingin berbagi.

Sebelumnya Pemimpin Redaksi Bogor Today Alfian Mujani mengajak para murid dan para guru untuk mulai belajar menyintai tanaman pohon di lingkungan masing-masing. ‘’Penanaman pohon ini perlu kita lakukan secara bersama-sama di lingkungan masing-masing agar Kota Bo­gor kembali sejuk, nyaman, dan hijau,’’ katanya. (*)