CIBINONG TODAY – Setelah meninjau arus balik di Gadog, Kecamatan Ciawi, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku akan terus mendesak para pengambil kebijakan di pemerintah pusat, untuk menyetujui pengalokasian anggaran pembangunan Jalur Puncak II.

Menurutnya, Puncak II adalah solusi permanen untuk mengatasi kemacetan di kawasan wisata Puncak atau Jalur Puncak I.

“Kemacetan di Jalur Puncak I dari mulai pintu tol Gadog, Ciawi sampai Cisarua sangat parah, karena lebar badan jalan sudah tak mampu lagi menampung volume kendaraan, solusinya Jalur Puncak II harus segera dibangun,” kata Ade Yasin saat memantau arus balik kemarin.

Meski ada beberapa ruas jalan alternatif yang bisa dilewati, Ade Yasin menilai kondisi di lapangan sangat sulit ditebak. Bahkan faktanya, keberadaan jalur alternatif tersebut tak bisa sepenuhnya mengurai kemacetan.

“Akan kita sampaikan ke pemeintah pusat kondisi lalu lintas di Jalur Puncak saat liburan lebaran dan arus balik tahun 2019 ini. Sebab kita sangat berharap pemerintah pusat mau menyetujui pembangunan Jalur Puncak II,” ungkapnya.

Pemkab Bogor sendiri menurut Ade Yasin tak akan mampu membangun Jalur Puncak II menggunakan APBD. Berdasarkan estunasu anggaran dari hitungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang), pembangunan terasebut mencapai Rp 1,2 triliun.

“Tak bisa pakai APBD, harus ada bantuan dari pusat. Saya yakin meski anggaran yang dibutuhkan sangat besar, Jalur Puncak II akan mampu mengurai kepadatan kendaraan di Jalur Puncak I. Karena nantinya kendaraan dari arah Jakarta menuju Cianjur atau Bandung, bisa langsung masuk ke Jalur Puncak II dari gerbang tol Sentul Selatan,” tandasnya. (Asep B)

loading...