CIBINONG TODAY – Bupati Ade Yasin mengaku optimis dapat kembali dan mempertahankan tradisi meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) APBD 2019.

Hal itu ia sampaikan usai Sidang Paripurna Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2018 di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Senin (24/6/2019).

“Harus dipertahankan. Insha Allah bisa dan harus lebih baik. Kalau bisa, saya ingin ini menjadi tradisi rutin setiap tahun yang diraih Pemkab Bogor,” tegas Ade Yasin.

Dalam waktu dekat, Ade Yasin akan melakukan rotasi-mutasi jabatan atau perombakan pejabat secara besar-besaran pada level kepala dinas dan kepala bidang. Dia pun mengaku tidak khawatir adanya penurunan kualitas saat itu dilakukan.

“Malah harusnya jadi lebih baik. Kan yang penting sistem pelaporannya, dan itu-itu saja. Tidak bamuak yang berubah juga,” kata dia.

Sementara, untuk meraih hal tersebut ada pekerjaan cukup berat yang harus diselesaikan Ade Yasin. Berdasarkan catatan dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dari alokasi belanja langsung Rp3,9 triliun baru terserap 18,94% atau sekitar Rp738,6 miliar.

Sedangkan pada pos belanja tidak langsung yang didominasi oleh gaji pegawai, dari alokasi Rp3,11 triliun telah terserap 28,75% atau sekitar Rp894,1 triliun.

Ade Yasin mengungkapkan, pencapaian WTP merupakan hasil kerja sama yang baik antara eksekutif dan legislatif, dalam memberi masukan dan kritik demi peningkatan kualitas penyusunan LKPD.

“Saya harapkam ini terus belangsung untuk mempertahankan opini WTP setiap tahunnya,” tegasnya. (Firdaus)

loading...