BOGOR TODAY — PT Maskapai Perkebuan Moelia (MPM) memasuki babak baru. Jumat (16/10/2020) memulai program ‘Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19 bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan ribuan warga masyarakat petani setempat.

‘’Kami menyambut positif program yang sangat dibutuhkan warga masyarakat, terutama para petani penggarap dalam meningkatkan ketahanan pangan di masa pandemik yang belum reda ini,’’ kata Dandim 0608 Letkol Kav Ricky Arinuryadi SH, MH saat meninjau persiapan penanaman kopi dan palawija yang dilakukan TNI bersama warga petani penggarap di area lahan perkebunan milik PT MPM di Desa Batulawang, Ciseureuhh, Cianjur, kemaren.

Area yang dikerjasamakan dengan TNI dan warga petani penggarap setempat ini mencapai 500 hektare dari total perkebunan milik PT MPM yang mencapai 1.020 hektare. Dalam melakukan peninjauan giat penanaman dalam meningkatkan ketahanan pangan rakyat ini, Dandim Letkol Kav Ricky didampingi tokoh masyarakat Batulawang Habib Abdul Karim Almunthahar, pimpinan PT MPM Yuli D Kusmadi, Alfian Mujani, dan kordinator lapangan MPM.

Letkol Kav Ricky yang sangat santun dan hangat dalam setiap perkapannya, tampak serius mendengarkan penjelasan warga masyarakat yang sedang menyiapkan bibit kopi untuk ditanam di area perkebunan milik PT MPM yang sudah ditentukan. Menurut Habib Bakar, panggilan akrab Habib Abdul Karim Almunthahar, pihaknya sudah menyiapkan 200.000 (dua ratus ribu) bibit kopi yang akan ditanam mulai hari ini.

Sebelum melakukan peninjauan ke lapangan, Letkol Kav Ricky memimpin rapat dan memberikan pengarahan kepada para kordinator lapangan yang terlibat dalam kegiatan penanaman pohon kopi dan palawija. ‘’Pastikan program ini betul-betul melibatkan rakyat, terutama para petani setempat yang sudah berada puluhan tahun di sini,’’ ujar Dandim.

‘’Masyarakat yang merupakan penduduk asli sini semuanya menyambut positif program ketahanan pangan bersama TNI dan MPM ini,’’ kata Habib Bakar sambil menunjukkan ribuan KTP para petani penggarap yang sudah terdaftar sebagai peserta program ketahanan pangan, ‘Yang tidak senang dengan program ini, dipastikan hanya para pendatang yang menduduki tanah milik PT MPM secara illegal,’’ tambah Habib Bakar.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tampak ratusan warga setempat sedang menyiapkan bibit kopi dan aneka palawija yang akan ditanam di area perkebunan. Beberapa petani yang ditemui di lapangan menyatakan sangat senang dengan adanya program ketahanan pangan bersama PT MPM dan TNI ini.

‘’Program ini memberikan kepastian kepada kami untuk bisa bercocok tanaman dengan aman dan nyaman. Apalagi dalam menggarap lahan perkebunan milik PT MPM ini kami mendapat bantuan bibit,’’ kata beberapa petani di lokasi. (irahmanhakim)