BOGOR TODAY – Digantinya kertas Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran dan Kematian yang sebelumnya squritas printing atau blanko ke kertas HVS berpengaruh pada anggaran pencetakan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Menurut Kepala Disdukcapil, Sujatmiko Baliarto, dengan adanya kebijakan pemerintah yang mengganti kertas KK dan Akta ke kertas HVS, tentu biaya pencetakan lebih murah atau lebih hemat.

“Iya, kalau berbicara hemat tentu sangat hemat ya. Soalnya kita tidak usah mencetak lagi dari kertas squritas printing, cukup kertas HVS ukuran A4 80 gram yang biayanya lebih murah. Bahkan kedepan, bisa dicetak langsung oleh masyarakat sendiri,” kata Sujatmiko saat ditemui Bogor Today dikantornya, Rabu (10/6/2020).

Saat ditanya berapa anggaran pencetakan KK dan Akta menggunakan kertas squritas printing, pihaknya enggan untuk menjelaskan. Yang pasti, kata dia, mencetak kertas squritas printing dan kertas HVS itu jelas berbeda dan pastinya lebih murah.

“Ini baru mulai, kalau ditanya anggaran untuk mencetak dari kertas squritas printing ke kertas HVS jelas berbeda ya, karena yang sebelumnya harus ada pengadaan blanko khusus tapi sekarang cukup kertas HVS, dan pastinya lebih murah,” tandasnya. (Heri)