BOGOR TODAY – Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor resmi menjadi gedung alternatif untuk penanganan pusat Isolasi pasien Covid-19 yang berkategori ringan atau orang tanpa gejala (OTG), sedangkan yang bergejala tetap dirawat di RS rujukan. 

Gedung yang memiliki dua lantai berisi 23 kamar dengan 122 kasur tersebut juga di sediakan ruangan bagi tenaga kesehatan sebanyak 20 kamar dengan jumlah 40 kasur.

Selain itu, nantinya para pasien OTG dan tenaga kesehatan akan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, disediakan juga tempat olahraga dan berjemur serta ruang serbaguna.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Shindu Setiatmoko mengatakan, sejak April lalu pihaknya diberikan tugas untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19.

“Mudah-mudahan amanah ini dapat dilaksanakan, terutama kami siap untuk membantu Kota Bogor dalam memfasilitasi tempat yang ada di kami berupa penginapan dan ruang serbaguna untuk penanganan Covid-19 dalam kurun waktu yang sudah disepakati,” katanya, Senin (7/9/2020).

Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut untuk mekanisme pasien OTG yang diisolasi di PPSDM BNN akan terlebih dahulu di deteksi. Jika masih memungkinkan isolasi di rumah dan wilayahnya mendukung, maka diperkenankan.

“Tapi kalau tidak memungkinkan, apalagi misalnya ada sensasi dari warga akan kesini langsung dikoordinasikan dengan dinkes,” sebutnya.

Kerja sama dengan BNN ini kata Bima akan berlangsung selama satu tahun. Namun, ia berharap sebelum genap satu tahun penyebaran Covid-19 sudah mereda.

Sementara, Direktur Pasca Rehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, Budiyono menambahkan, gedung ini digunakan untuk diklat SDM BNN, namun karena pandemi banyak pelatihan ditunda.

“Daripada kosong kita manfaatkan, kita kerjasamakan dengan pemkot, kami siap membantu,” kata Budiyono yang juga Kasatgas Pencegahan dan Penangggulangan Covid 19 BNN. (Bambang Supriyadi)