NANGGUNG TODAY – Dampak bencana yang meluluhlantahkan wilayah Barat Kabupaten Bogor pada awal tahun 2020 ini masih banyak warga menunggu kejelasan terkait relokasi rumah yang dijanjikan pemerintah.

Padahal, Bupati Bogor Ade Yasin menargetkan bahwa pembangunan hunian sementara (huntara) untuk para korban bencana yang kini masih bertahan di pengungsian selesai sebelum bulan Ramadhan yang jatuh pada bulan April 2020.

Hal ini pun terus dibahasa dalam musyawarah pimpinan Kecamatan Nanggung (Muspika) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dikinonfirmasi, Camat Nanggung, Ae Saefulloh mengatakan, perencanaan relokasi rumah yang terdampak bencana tanah longsor sampai hari ini masih dalam pembahasan serius di Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Awalnya, rencana pembangunan relokasi akan dimulai sebelum puasa. Mengingat adanya wabah virus corona, sehingga mundur sampai kondisi aman,” kata Ae kepada wartawan, Jumat (6/6/2020) kemarin.

Selain itu, iapun menjelaskan, pemerintah masih melakukan persiapan pembangunan untuk tempat relokasi yang sudah diukur oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Meski titik-titik untuk lahan dan pembangunan pun sudah jelas.
Namun pembangunan belum juga terealisasi.

“Ya, mau gimana lagi, kita harus maklum, posisinya sekarang seperti ini, karena ada yang lebih penting dengan kondisi saat ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari 10 desa di Kecamatan Nanggung, tujuh desa yang paling terdampak, diantaranya Desa Malasari, Nanggung, Bantarkaret, Curugbitung dan Desa Cisarua.

“Saat ini masih ada warga yang bertahan di pengungsian, makanya pihak kecamatan terus melakukan koordinasi dengan dinas dan Pemkab Bogor,” tambahnya.

Untuk diketahui, kejadian tersebut juga menelan korban jiwa sebanyak delapan orang, dan tiga orang hilang dan meninggal dunia. Kemudian, 12 orang mengalami luka berat, dan 517 orang mengalami luka ringan. (Bambang Supriyadi).