alfian mujani 240DI sebuah majelis tak­lim ada banyak jamaah yang sudah mulai mengeluh lagi. Mereka bilang, ketika bulan puasa sepertinya semua terasa indah. Setelah lebaran mengapa hidup kembali menjadi tak mudah? Ustadz yang menampung keluhan itu hanya tersenyum.

Seorang jamaah berkomentar, “Bagaima­na tak gelisah sementara yang dipikirkan ada­lah sesuatu yang sudah tak perlu dipikirkan. Bagaimana tak gelisah sementara hati diisi oleh sesuatu yang tak seharusnya menjadi isi. Dulu, dunia gelap tapi hati terang. Sekarang, dunia terang tapi hatinya gelap.’’

Sang ustadz tak banyak bicara. Dia lantas membaca tulisan koleksi ulama’ salaf, “Andai tak ada musibah di dunia, niscaya kita akan mendatangi alam akhirat dalam keadaan bangkrut.’’ Jadi, musibah adalah bagian pent­ing yang harus dijalani agar kelak tak bang­krut. Semuanya diselesaikan di dunia saja, jangan dibawa ke akhirat. (*)

loading...