073109800_1410409810-obat_ilegalBOGOR, TODAY — Badan Pen­gawas Obat dan Makanan Re­publik Indonesia (BPOM RI) menggerebeg sebuah gudang dan pabrik pengolahan jamu berbahan kimia berbahaya di Kampung Jampang, RT 01/05, Desa Kemang, Kabupaten Bo­gor, Selasa (2/2/2016). Dari penggrebegan, petugas men­gamankan ratusan ribu botol jamu cair dan serbuk siap edar.

Kepala Pusat Penyidikan BPOM RI, Hendri Siswadi men­gatakan, penggerebegan terse­but berawal dari maraknya peredaran depot jamu yang menjual berbagai produk jamu tidak terdaftar atau ilegal.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat banyaknya produk jamu yang ilegal. Setelah kami telusuri lebih lanjut, akhirnya kami temukan pabrik ini,” kata Hendri. Penggerebegan sendi­ri dilakukan setelah melakukan pengin­taian sekitar satu bulan lamanya.

Kata dia, selain tidak terdaftar dalam BPOM RI produk jamu di pabrik tersebut juga mengandung bahan kimia seperti Fenilbutazon dan Sildenafil yang sedianya merupakan bahan pembuatan obat-obatan penghilang rasa sakit.

“Bahan kimia tersebut sangat ber­bahaya jika dicampurkan ke bahan-bahan pembuatan jamu, apalagi tanpa takaran atau asal-asalan. Bila terus dikonsumsi bisa menimbulkan gagal ginjal, jantung berdebar, hingga darah tinggi,” paparnya.

Hendri menjelaskan bahwa keten­tuan jamu tidak diperkenankan meng­gunakan bahan kimia. Ia menduga pencampuran bahan kimia tersebut ber­tujuan agar jamu yang diolah memberi­kan efek atau reaksi yang cepat kepada konsumen yang umumnya kelas bawah.

“Jamu yah Jamu biasanya herbal. Tidak menggunakan bahan kimia. Rata-rata jamu yang diproduksi di pabrik ini mengobati pegal linu yang biasanya di­perdagangkan di pasar tradisional atau kedai jamu,” jelasnya.

Dari hasil penggrebekan tersebut, petugas mengamankan barang bukti ratusan ribu botol jamu dari 17 item, beberapa alat produksi dan bahan baku pembuatan jamu, totalnya ditaksir Rp 6 miliar lebih.

Selain itu, petugas juga menga­mankan 3 orang pengawas gudang yak­ni JH, PN, dan AN dan 50 orang sebagai pekerja produksi jamu dan alat penge­mas. “Kami masih mintai keterangan lebih lanjut kepada mereka terkait prduksi jamu tersebut,” tambahnya.

Pekan lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan daftar 50 obat tradisional dan suple­men kesehatan bagi pria yang men­gandung Bahan Kimia Obat (BKO).

BPOM mengindentifikasi, didalam jamu dan obat tradisional tersebut, mengandung bahan kimia obat yang didominasi oleh sildenafil dan turunan­nya (98,5%). “Kami telah menemukan obat tradisional dan suplemen kesehat­an bagi pria, teridentifikasi didalamnya mengandung sildenafil dan turunan­nya. Kandungan sildenafil ini dapat me­nimbulkan efek kehilangan penglihat­an dan pendengaran, stroke, serangan jantung, bahkan sampai kematian,” ujar Kepala BPOM, Roy Sparingga.

Dari 50 obat tradisional dan suple­men kesehatan yang ditemukaan itu, 25 di antaranya merupakan produk tidak terdaftar (illegal) serta beberapa produk asing.

(Rishad Noviansyah|Yuska Apitya)

DAFTAR MERK JAMU DAN OBAT BERBAHAYA

  1. Enjoy, produksi PT Harsen Laboratories Jakarta.
  2. Erefit, produksi PT Dipa Pharmalab Inter­sains Majalengka.
  3. Ever Joy, produksi PT Harsen Laboratories Jakarta.
  4. Everon, produksi PT Alomampa Persada Jakarta.
  5. Gagah Perkasa, produksi PT Herbalindo Mandiri Sentosa Tangerang.
  6. Jakurek, produksi PT Akar Pinang Jawa Barat.
  7. Jamparing, produksi PT Akar Pinang Jawa Barat.
  8. Kuntala, produksi PT Akar Pinang Jawa Barat.
  9. Lanza, produksi PT Herbalindo Mandiri Sentosa Tangerang.
  10. LT, produksi PT Mahkotadewa Indonesia.
  11. Maca MX, produksi PT Bae Orbit Senusan­tara Jakarta.
  12. Magra, produksi PT Bae Orbit Senusantara Jakarta.
  13. Maxio, produksi PT Midix Graha Farma Sukabumi.
  14. Mencap, produksi PT Alomampa Persada Jakarta.
  15. Milado, PT Akar Pinang Jawa Barat.
  16. Neolaqi, produksi PT Mahkotadewa Indo­nesia Jakarta.
  17. New Prozos, produksi PT Saraka Mandiri Semesta Bogor.
  18. Pasangma, produksi PT Dipa Pharmalab Intersains Majalengka.
  19. Pinaksi, produksi PT Akar Pinang Jawa Barat.
  20. Pinakso, produksi PT Akar Pinang Jawa Barat.
  21. Purwoceng Xtra, produksi Industri Jamu Cap Jago Semarang.
  22. Reksicap, produksi PT Alomampa Persada Jakarta.
  23. Soprima, produksi PT Puspa Pharma, Jakarta.
  24. Sparta X, produksi PT Dipa Pharmalab Intersains Majalengka.
  25. Tricajus, produksi Solar Victory Sdn Bhd Malaysia yang diimpor PT Trimac Indonesia Mulia.
  26. 3 Kuda, produksi PJ Pasuma X Jateng.
  27. Gali Gali Xtra Strong, produksi PT Intigo Abadi Indonesia.
  28. Gali Strong, produksi PT Intigo Abadi Indonesia.
  29. Gatot K-Ca Ginseng, produksi PT HD Jaya Indonesia.
  30. Gatot K-Ca Khusus untuk Pria, produksi PT HD Jaya Indonesia.
  31. Gula-Gula Obat Kuat & Tahan Lama, PT Mandra Guna Sakti Surabaya Indonesia.
  32. Jaguar Black, PT Macan Kumbang Jawa Barat.
  33. Jakarta Bandung kapsul, PT Jamu Moro Sehat Jawa Tengah.
  34. Caissar, PT Sinar Bulan Probolinggo.
  35. Jamu Kuat Urat Naga, PT Onta Mas Jateng.
  36. Kuda Sumbawa Obat Kuat dan Tanah Lama, PT Kuda Sumbawa Indonesia.
  37. Max Jozz, PT Neurotransmiter Indonesia.
  38. Obahma, PJ Semar Mesem Solo.
  39. Obat Kuat dan Tahan Lama Purbax, PJ Purba Dua Lima Jakarta, Indonesia.
  40. Obat Kuat dan Tahan Lama Obaku, PJ Madura Sakti Indonesia.
  41. Obat Kuat dan Tahan Lama Urat Halus, PJ Makkasar Jateng.
  42. Power Sex Extra Stronge, Bina Perkasa Lab Malang.
  43. Reksicap Gold PT Alomampa Persada Jakarta.
  44. Shiatsu, PJ Sukses Abadi Medan.
  45. Super Jiwo 88, PJ Citra Jaya Abadi Jateng.
  46. Top Sex Obat Kuat & Tahan Lama, PJ Sari Kuat Jawa.
  47. Emperor Huang Saint Medicine, dari China.