CIBINONG TODAY – Kecanduan gadget yang marak terjadi belakangan ini di kalangan anak di bawah umur, harus menjadi perhatian serius dari para orang tua dan pemerintah. Di dunia internasional, idealnya anak baru diizinkan menggunakan gadget pada usia 12 tahun.

Pakar Parenting Indonesia, Irwan Rinaldi menyebut, usia 12 tahun merupakan masa dimana anak dianggap pada posisi terbaik. Baik dari pendengarannya, penglihatannya maupun dalam struktur otaknya.

“Secara internasional, penggunaan gadget itu minimal untuk anak usia 12 tahun. Di beberapa negara sudah ada peraturannya. Cuma persoalannya negara kita belum punya sistem itu. Ya pelan-pelan saya yakin itu bisa dilaksanakan,” kata Irwan kepada wartawan, Rabu (20/11/2019).

Dalam kondisi seperti saat ini, Irwan menyebut peran orang tua, ibu dan bapak sangat diperlukan untuk mamanage dengan baik penggunaan gadget pada anak.

“Kita tidak bisa pungkiri, gadget juga banyak memberikan dampak positif dalam kehidupan kita. Namun yang harus diingat, perlu adanya aturan yang dilakukan orang tua untuk memanage anaknya,” ungkap Irwan.

Menurutnya, saat ini Indonesia masuk ke dalam 10 besar dalam tak berfungsinya Fatherless Country atau peran ayah sebagai pemegang aturan di dalam rumah tangga.

“Kita masuk 10 besar dalam tidak adanya fungsi ayah untuk mengatur rumah tanggal dalam hal ini anak. Maka saat ini, kita para ayah harus memulai membuat aturan kecil seperti memberlakukan jam penggunaan gadget kepada anak. Karena tak bisa dipungkiri gadget juga memberikan dampak positif,” jelas Irwan.

Ia pun menambahkan, untuk lebih menekankan peran orang tua dalam penguatan rumah tangga untuk mengatur penggunaan gadget pada anak khususnya, harus lebih sering dilakukan.

“Saya rasa seminar seperti ini harus lebih sering dilaksanakan. Tujuannya sangat baik. Apalagi ini juga pesertanya ibu-ibu yang bisa memberikan masukan juga kepada suaminya untuk penggunaan gadget pada anak,” kata Irwan. (Firdaus)

loading...