CIBINONG TODAY – Puluhan orang yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pemilu mendesak masuk ke dalam Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor, Senin (29/4/2019) pagi. Mereka meminta KPU untuk terbuka dalam proses hitung hasil pungut suara yang telah dilakukan pada 17 April 2019 lalu.

“Kami melihat ada banyak kecurangan yang terjadi dalam perhitungan hasil pungut suara dalam pemilu ini. Kami ingin memastikan pemilu ini jujur, karena negara ini bukan milik seseorang, bukan kelompok, tapi rakyat. Jadi kami berhak menuntut keadilan ini,” tegas Koordinator aksi, Burhanudin kepada wartawan di lokasi.

Dia menilai penyelenggara pemilu kali ini tidak terbuka bahkan cenderung memihak kelompok tertentu. Kata Burhanudin, yang paling terlihat adalah kesalahan input data hasil pungut suara yang dilakukan penyelenggara.

“Anggaran sudah sangat besar dikeluarkan untuk pemilu ini. Jangan sampai dinodai oleh kecurangan, kita harus selesaikan ini secara bersama. Kita gak mau negara ini menjadi negara yang tidak kondusif akibat oknum pejabat dan pemimpin,” tegas Burhanudin.

Menyikapi ini, Ketua KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni menegaskan, kedatangan masyarakat ini bukan menuduh pihaknya bertindak curang dalam proses hitung hasil pungut suara melainkan mengkhawatirkan kecurangan terjadi di Kabupaten Bogor.

“Yang disampaikan mereka tidak ada yang menyebut Kabupaten Bogor curang, tapi beberapa daerah lain. Mereka hanya takut ini terjadi di Kabupaten Bogor. Makannya mereka juga berpesan kepada kami untuk menjaga amanah masyarakat,” tegas Ummi usai mediasi dengan masyarakat di kantornya.

Ummi pun mengaku pihaknya sangat terbuka kepada masyarakat. Aspirasi yang disampaikan seperti ini, kata dia, juga merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam menjaga amanah dari masyarakat.

“Kita pikir keterlibatan atau aspirasi masyarakat seperti ini wajar saja. Dan ini juga bentuk komitmen kami dalam menjaga amanah,” pungkasnya. (Firdaus)