siti

Cireng alias aci digoreng saat ini naik kelas. Makanan rakyat asal Jawa Barat itu belakangan makin banyak dijajakan di pusat perbelanjaan dan pusat keramaian lainnya. Kudapan yan g terbuat dari tepung tapioka tersebut juga hadir dengan pelbagai varian rasa, isi dan bentuk. Kreatifitas ini membuat penjual Cireng Bandung di Bogor ini terciprat kenyalnya laba.

Oleh : Guntur Eko Wicaksono
[email protected]

Cireng dengan isian atau populer disebut cireng isi memiliki banyak rasa tergantung dari isinya. Ada bakso, sosis, ayam, atau kornet. Rasa cireng yang gurih sama sedapnya dengan bisnis camilan tersebut. Apalagi, pasar cireng terutama dengan isian masih cukup besar sehing ga lumayan menggiurkan. Gurihnya pasar cireng isi ini membuat Siti at au yang akrab di sapa Nci ini terbersit untuk membuka usaha tersebut. Namun, saat itu Siti tak memiliki modal yang cukup. Beruntung Siti masih memiliki modal lain, yakni kepercayaan. Kepercayaan itu kemudian diamini oleh seroang bos cireng dari Bandung yang enggan disebutkan namanya. “Saya dipercaya mengurus gerobak dan isinya sama si bos dengan sistem bagi hasil,” ujar dia kepada Bogor Today. Usaha gerobak tersebut diberi nama Cireng Bandung Aneka Rasa. Siti menjual cireng tersebut dengan enam varian isi yakni kacang pedas, kornet pedas, sosis pedas, keju, bakso pedas, ayam pedas. “Paling laku sih kornet pedas dan ayam pedas,” ungkapnya. Usaha ini sudah berdiri sejak tahun 2012 silam. Usaha ini terletak di Jalan Pandawa, Warung Jambu (depan SMP PGRI 6),Kota Bogor. Respon masyarakat cukup tinggi karena c ireng yang dia jual harganya sangat murah dan banyak pihak yang menanyakan untuk bisa berdagang seperti dia. “Saya hanya jual seribu per potongnya murah kan, banyak orang yang menanyakan cara untuk usaha seperti ini lalu saya antarkan mereka ke tempat bos yang kasih saya usaha seperti ini,” cerit a dia. Saat ini, Cireng Bandung Isi Aneka Rasa tidak hanya menjual c ireng saja, tet api dia juga menjual lumpia dan combro dan harga yang dipatok untuk setiap potong hanya seribu rupiah. Dengan harga yang murah Nc i dapat meraup omset Rp400 ribu per harinya at au Rp12 jut a se – tiap bulannya.

Baca Juga :  Sempat Diajak Jadi Pengemis, Umang Konsisten Buat Besek

(Guntur Eko Wicaksono)