Galeri-Job-Fair-IPB-(2)

JUMLAH pengangguran terdidik masih menjadi persoalan di Tanah Air. Salah satu faktor pemicunya, pertumbuhan lulusan perguruan tinggi tidak diimbangi tersedianya lapangan pekerjaan dan kurangnya kesadaran lulusan menciptakan lapangan pekerjaan.

Oleh : RIFKY SETIADI
[email protected]

Jumlah lulusan perguruan tinggi yang tak bekerja naik 1,34 persen dari 4,31 pada Februari menjadi 5,65 persen pada Agustus 2014. Laju peningkatan pengangguran ini lebih besar dibandingkan periode Februari-Agustus 2013 yang cuma 0,37 persen, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun lalu. Sedangkan kesempatan kerja tahun depan diperkirakan hanya 1,87 juta orang dari 9 sektor lapangan usaha. Sementara di sisi lain, ada angkatan kerja yang rata-rata bertambah 2,5 juta per tahun. Kondisi ini menjadi tantangan serius dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini. Itulah sebabnya, melalui Career Development and Alumni Affairs (CDA) atau Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni (DPKHA), Institut Pertanian Bogor (IPB) berusaha mengatasi masalah pengangguran dengan cara membina serta memfasilitasi mahasiswa dan alumni untuk menyiapkan diri memasuki dunia kerja dengan menggelar IPB Jobfair & International Scholarship Education Expo 2015 pada Sabtu (23/05/2015) dan Minggu (24/05/2015) lalu, digelar di Graha Widya Wisuda IPB, Dramaga, Bogor. “Sesuai tugasnya, DPKHA berusaha mengelola program pembinaan jiwa kewirausahaan dan profesionalisme, serta program penyiapan mahasiswa dan alumni untuk memasuki dunia kerja. Sehingga dalam fungsinya kami berusaha memfasilitasi lulusan untuk berkarir, berwirausaha atau melanjutkan pendidikan,” ungkap Dr. Ir. Syarifah Iis Aisyah, M.Sc.Agr, Direktur DPKHA IPB. Upaya itu, menurut Iis – begitu ia biasa disapa, juga didorong dengan program stimulus wirausaha bagi lulusan. “Mahasiswa perlu dibekali kiat-kiat memasuki dunia wirausaha, strategi memulai wirausaha, manajemen wirausaha, semangat dari wirausaha, manajemen keuangan, keterampilan yang harus dimiliki, membangun teamwork yang baik, dan bagaimana memulai bisnis di kalangan pemula,” paparnya. Sehingga mereka memiliki potensi wirausaha yang maksimal, tanpa harus merasa kurang percaya diri dan takut dengan resiko kegagalan. Upaya ini juga sebagai jawaban menghadapi tantangan MEA. “Mereka harus mendapatkan kemampuan, terlatih dan siap dalam skala internasional,” tegas Iis. Sebagai lembaga, DPKHA juga memiliki serangkaian pelayanan untuk perusahaan yang akan merekrut lulusan IPB, seperti penyebaran informasi mengenai peluang kerja, seleksi administrasi, dan penyediaan fasilitas untuk perekrutan. Lembaga ini juga melayani Konsultasi Soft Skill dan Kewirausahaan yang merupakan pelayanan konsultasi yang menyangkut penempatan kerja, kewirausahaan, pengembangan tenaga kerja, penulisan proposal, penulisan perencanaan bisnis, mobilisasi sumberdaya, dan konsultasi karir. Selain program tersebut, DPKHA-IPB juga melakukan perekrutan karyawan oleh perusahaan lewat “In Campus Recruitment” untuk memudahkan pelamar dan memudahkan proses rekrutmen, dengan penilaian yang diserahkan langsung kepada perusahaan. Berdasarkan bidang usahanya, perusahaan yang memanfaatkan jasa DPKHA IPB dikelompokkan menjadi delapan bidang usaha, yaitu Industri Pangan (23 %), Industri Non Pangan (16 %), Produk Pertanian (14 %), Pendidikan dan riset (12 %), Farmasi dan Kimia (11 %), Perbankan/ Keuangan (9 %), Tekhnologi Informasi (7 %), Media (4 %) dan Usaha Jasa (4 %). Di event kali ini, sebanyak 38 perusahaan dari berbagai jenis usaha, baik nasional maupun regional berpartisipasi di acara yang merupakan hasil kerjasama DPKHA IPB, PT Jobstreet Indonesia dan BEM KM IPB ini. “Perusahaan yang bergabung bergerak di bidang Pertanian, Perbankan, Asuransi dan Pembiayaan, IT, Farmasi, Manufaktur, dan lain-lain,” ujar Rani Utari Ayuningtyas, S.Ik, Penanggungjawab Rekrutmen dan Job Fair DPKHA IPB. Rani menjelaskan, untuk mendorong tujuan, acara ini diisi dengan Career Expo, Scholarship Expo, Presentasi Perusahaan dan Scholarship, Talkshow dan Konsultasi Karir. Tak kurang dari 3500 pengunjung yang merupakan lulusan IPB, mahasiswa dan alumni dari berbagai perguruan tinggi lain di Bogor dan masyarakat umum ikut memadati arena untuk mencari kerja atau mempersiapkan diri memasuki dunia kerja dan melanjutkan pendidikan. “Berbeda dari tahun lalu, Job Fair kali ini dilengkapi dengan Scholarship Expo, karena ada kecenderungan peningkatan minat mahasiswa dan alumni untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi,” tambah Rani. Salah seorang pengunjung, Lidia Riski yang baru saja lulus tahun ini dari Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB merasa sangat terbantu dengandigelarnya event ini. Ia menyebutkan, acara ini mendorong kesiapannya memasuki dunia kerja. “Kebutuhan saya sebagai mahasiswa fresh graduateterjawab lengkap di event ini. Mulai dari kesempatan, peluang kerja hingga konsultasi untuk kesiapan bekerja disediakan di event ini. Aku sendirijuga memanfaatkan sarana konsultasi untuk mengetahui bagaimana tips dan trik menghadapi peluang kerja,” ungkapnya optimis.