Untitled-92

SUATU hari Isa Almasih melihat seseorang sedang mencuri. Lalu Isa berkata: “Anda mencuri.” Si pencuri itu menjawab: “Demi Allah, dzat yang tidak ada Tuhan selain-Nya, saya tidak mencuri.” Isa Almasih kemudian berkata dengan menghargai sumpah atas nama Allah itu: “Saya beriman kepada Allah, saya anggap mata saya yang salah.” Sungguh luar biasa Nabi Isa. Ia sangat menghargai keagungan nama Allah yang digunakan dalam sumpah walaupun Isa tahu betul bahwa sumpah itu palsu. Saat ini, tampaknya banyak rakyat Indonesia yang mengikuti gaya Nabi Isa. Mereka terus mempercayai sumpah jabatan para pejabat, walaupun dalam praktiknya sumpah itu penuh dusta. Mereka sebagian tetap mencuri uang rakyat. Bedanya, Isa mendasarkan sikapnya itu pada ta’dzim nama Allah. Sementara rakyat negeri ini mendasarkan sikapnya pada rasa bosan, jengkel dan putus asa melihat para pengucap sumpah palsu. Sebagian mungkin dapat bagian dari para pelanggal sumpah itu.