IMG_9671

PIHAK Kemenpora tak mau sampai ada dualisme turnamen, atau kompetisi

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Persikabo Bogor dalam kondisi vakum dan menunggu adaya kejelaan dari petinggi sepakbola Tanah Air terkait masa depan kompetisi sepakbola hendak dibawa kemana. Setelah ada kejelasan kapan kompetisi bakal digulirkan kembalidan kejelasan dari pihak manajemen sendiri, barulah skuat muda Persikabo bias bergerak kembali. “Kita masih libur panjang sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kondisi ini sudah cukup baik,mengingat tidak sedikit klub yang berlaga di kasta lebih tinggi yang dibubarkan. Yang jelas kami semua ingin yang terbaik bagi Persikabo,” kata Pelatih Kepala Persikabo, John Arwandi. Sementara itu, Tim Transisi bentukan Kemenpora meminta kepada PT Liga Indonesia agar selalu berkonsultasi terkait rencana kompetisi dan turnamen. Itu setelah munculnya rencana turnamen pramusim dan musim baru Indonesia Super League berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa, Rabu (13/5/2015) lalu. Gatot S Dewa Broto selaku juru bicara Kemenpora menyampaikan niat Tim Transisi untuk melakukan pertemuan dengan PT Liga. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk membahas perihal turnamen pramusim gagasan PT Liga serta turnamen Piala Kemerdekaan yang diwacanakan Tim Transisi. Bahkan, Gatot pun memberi sinyal jika PT Liga tidak melakukan konsultasi, maka bukan tidak mungkin hajatan yang sudah direncanakan PT Liga secara independen akan menemui kendala. “Apapun bentuknya itu harus dikonsultasikan dengan Tim Transisi, karena Tim Transisi di bawah Kemenpora. Kami tidak ingin seperti dulu, ada dua kompetisi. Karena suka atau tidak suka mereka harus konsultasi dengan Kemenpora. Kalau tidak, mereka akan ada kendala lagi seperti persoalan izin keramaian,” beber Gatot. Pertemuan antara PT Liga dan Tim Transisi diharapkan terjadi minggu depan, demi membahas kepastian turnamen dan berkoordinasi dengan Menpora Imam Nahrawi. Gatot menegaskan, bahwa PT Liga tidak boleh berjalan begitu saja tanpa komunikasi dengan pihak Kemenpora. “Harusnya pengajuan dari PT Liga sendiri dulu, apakah mau di bawah supervisi (Tim Transisi). Jangan jalan sendiri-sendiri, dunia sepakbola sudah capek kita enggak mau ada kejadian (ada dua kompetisi),” tegasnya.

Baca Juga :  Atlet Kabupaten Bogor Kembali Sumbang 29 Medali Emas di PON XX Papua