Untitled-1

PT MNC Sky Vision Tbk selaku pemegang merek televisi berbayar Indovision, Oke Vision dan Top TV ini akan mempertahankan posisi pangsa pasar perseroan. Saat ini, perseroan menjadi market leader dengan share sebesar 74,6 persen. “Kalau tahun ini kami bisa mempertahankan market share tahun lalu saja, maka hal ini sudah bagus. Mempertahankan posisi market share saja, sudah merupakan progress bagi perseroan,” ujar Direktur Utama MNC Sky Rudianto Tanoesoedibjo, Rabu (20/5/2015). Padahal, pada 2014 banyak sekali hal-hal yang terkait dengan peningkatan persaingan sekira 14-15 kompetitor. Untuk menjaga market share perseroan, akan secara konsisten untuk memperluas jaringan. “Tahun ini, konten yang akan kami tawarkan juga menjadi 36 channel, dahulu hanya 15 channel,” ucapnya. Rudianto menyebutkan, kesinambungan perluasan jaringan dan penambahan channel tersebut menjadi kekuatan komparatif yang terus dibangun perseroan. “Dengan market share hampir 75 persen, Indovision menjadi pilihan utama,” ungkapnya. Kemudian, Direktur MNC Sky Yudha Wibawa dalam kesempatan yang sama menyebutkan, saat ini market share First Media sebesar 9,8 persen dan sejumlah kompetitor lainnya mencapai 15,6 persen. “Dalam 10 tahun ke depan, market pay TV akan meningkat 17 persen. Penetrasi pasar di Indonesia hanya sembilan persen dan masih jauh di bawah India yang sudah mencapai 80 persen. Jadi, peluang di sini masih sangat besar,” tutur Yudha. Tambah Channel Untuk mengantisipasi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan memperbanyak channel produksi sendiri. Rudianto Tanoesoedibjo mengatakan, tantangan bagi perusahaan televisi berbayar (pay TV) memang berupa nilai tukar (exchange rate). “Ya ini dialami kita kalau bicarakan exchange rate, memang tantangan perusahaan pay tv di sana, karena sebagian besar channel dibayar dengan USD,” ujar dia. Sementara, pendapatan perseroan adalah dengan mata uang rupiah, sehingga dengan memperbanyak channel sendiri akan memberikan nilai tambah. “Dari MNC Channel yang buat sebagai provider grup dalam rupiah dan performance-nya sangat baik. MNC Channel dominasi top 20 dari Nielsen dari keseluruhan program kita tahun lalu,” ucapnya. Selain itu, Rudianto menyampaikan, pihaknya memiliki perjanjian dengan channel yang memiliki kontrak dengan perseroan agar mempertahankan rating-nya. Jika tidak, maka perseroan akan melakukan terminasi kontrak meskipun belum waktunya selesai. “Kita pastikan tidak jual channel yang tidak ditonton masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  SHMI Lakukan Kegiatan Hotel Tour di Hotel Grand Savero Bogor

(OKZ/Apri)