HL-(3)

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi utang pemerintah mengalami penurunan pada akhir April ini. Penurunan terjadi lantaran pinjaman ke luar negeri mengalami penurunan

Oleh : Adilla Prasetyo
[email protected]

Melansir Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu utang Indonesia mengalami penurunan sekira Rp14,87 triliun. Adapun jumlah utang Indonesia pada akhir April tercatat sebesar Rp2.789 triliun, sementara pada Maret tercatat sebesar Rp2.795 triliun. Utang tersebut, berasal dari penerbitan obligasi negara, sebesar Rp2.091,72 triliun. Sementara untuk pinjaman, baik dalam negeri maupun dari luar negeri, tercatat sebesar Rp689,24 triliun. Untuk penerbitan obligasi negara pada akhir April ini, sedikit mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp2.099 triliun. Alokasi penerbitan obligasi tersebut, terdiri dari obligasi dengan denominasi Rp1.579,34 triliun sementara untuk denominasi valas sebesar Rp512,39 triliun. Sedangkan untuk pinjaman dari pinjaman luar negeri tercatat sebesar Rp685,9 triliun, turun dari bulan sebelumnya sebesar Rp693,17 triliun. Pinjaman luar negeri tersebut, berasal dari bilateral sebesar Rp341,69 triliun, multilateral sebesar Rp298 triliun, komersial Rp45,88 triliun dan suppliers sebesar Rp210 miliar. Sisanya, di dapat dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp3,34 triliun. Selain itu, acuan nilai tukar Rupiah yang digunakan untuk penentuan utang ini juga mengalami penguatan. Adapun nilai tukar pada April tercatat sebesar Rp12.936 per USD sementara untuk Maret kemarin sebesar Rp13.084 per USD.

Baca Juga :  Seorang Perempuan 18 Tahun Jadi Target Pelecehan Seksual Mr. X