141209tctimnasindonesia-886466-idcms

JAKARTA, Today – FIFA telah memutuskan untuk mensuspensi In­donesia. Hal itu ditegaskan mereka melalui surat resmi ke­pada sekjen PSSI, Azwan Karim, ter­tanggal 30 Mei 2015.

Dalam surat itu pula, FIFA menjabarkan imbas dari sanksi tersebut yang harus diterima Indonesia. Di anta­ranya, PSSI kehilangan keang­gotaannya di FIFA.

Kemudian, tim nasional In­donesia dan semua tim (klub) asal Indonesia tidak bisa ber­laga dalam kompetisi resmi di bawah naungan FIFA dan AFC.

Selain itu, FIFA juga mencabut semua program bantuan FIFA untuk pengembangan, kursus, dan hal lainnya kepada PSSI. Menariknya, FIFA tetap mem­berikan kesempatan kepada timnas Indonesia U-23 untuk berlaga di SEA Games 2015.

“Komite Eksekutif FIFA memutuskan tim nasional Indonesia bisa melanjutkan partisipasi di SEA Games sam­pai partisipasinya berakhir,” tulis surat yang ditanda tangani sekjen FIFA, Jerome Valcke itu.

Sementara itu, rombongan tim Garuda Muda sudah berada di Singapura. Mereka akan melakoni laga perdana melawan Myanmar U-23 di Stadion Jalan Besar, 2 Juni nanti

Timnas Indonesia U-23 tetap bisa berjuang di ajang SEA Games 2015, meski FIFA mem­berikan sanksi suspensi terhadap PSSI per tanggal 30 Mei 2015.

BACA JUGA :  Kompetisi Skateboard, U-Games Siap Digelar di Unida 25 Mei 2024

Setidaknya, keputusan itu cukup melegakan bagi para penggawa tim Garuda Muda yang sudah berada di Singa­pura, Sabtu (30/5).

Setelah mengetahui soal sanksi itu, pelatih Indonesia U-23, Aji Santoso, langsung mengumpulkan seluruh pe­mainnya untuk berbicara dari hati ke hati. Aji pun yakin para pemain tetap fokus, meski diterpa masalah tersebut.

“Saya minta anak-anak tetap fokus ke SEA Games, ke pertand­ingan. Masalah sanksi atau tidak itu masalah federasi. Pemain pun satu tekad untuk berjuang demi Indonesia,” ucap Aji.

Hal senada juga dituturkan gelandang Indonesia U-23, Adam Alis Setyano. “Kami akan maksi­mal untuk bisa meraih yang ter­baik. Kami tidak mau berpikir itu (sanksi) dulu,” tegasnya.

Pada SEA Games 2015, Indo­nesia U-23 tergabung di grup A bersama Singapura, Myanmar, Kamboja, dan Filipina. Pada laga perdana, Manahati Les­tusen dan kawan-kawan akan menghadapi Myanmar di Sta­dion Jalan Besar, 2 Juni nanti.

Muchlis-Yandi Gantikan Pahabol

Kehilangan Ferinando Pa­habol membuat pelatih Aji Santoso harus memutar otak saat tampil di SEA Games 2015 Singapura, 2 Juni nanti.

BACA JUGA :  Daftar Pemenang Kompetisi Skateboard U-Games Southern Promises 2024 di Unida Bogor

Gagal berangkatnya Pa­habol, membuat stok striker Skuat Garuda Muda hanya menyisakan Yandi Sofyan dan Muchlis Hadi Ning Saefulloh.

Muchlis besar kemungkinan tetap akan menjadi pilihan utama Aji mengingat chemistry antar pemain dan antar lini sudah ter­bentuk. Mayoritas pemain telah bekerja sama saat tampil di kuali­fikasi Piala Asia U-23, Maret lalu.

“Kalau ngomong tipikal, ya keduanya mirip. Karena senang bola daerah, kalau Pahabol kan bola on langsung ke dia. Ya, ini yang terbaik, saya akan maksimal­kan,” kata Aji.

Tanpa Pa­habol, ketaja­man skuat Garuda Muda diyakini bakal sedikit tereduksi. Namun, Aji mencoba menutup kekurangan itu dengan memaksimalkan naluri gol dari lini kedua.

Sejauh ini, performa Muchlis tak terlampau buruk. Dari tiga laga di kualifikasi Piala Asia U-23, lalu, dua gol berhasil dicetak olehnya. Masing-masing saat menang 5-0. Atas Timor Leste dan 2-0 atas Brunei Darussalam.

“Kalau lawan Korsel me­mang sulit. Lawan kualitas sangat bagus. Kalau Untuk Asia Tenggara, Muchlis saya masih optimistis bisa bersaing,” tegas dia.

(Imam/net)

============================================================
============================================================
============================================================