url

MALANG, Today – Rencana Men­teri Pemuda dan Olahraga (Men­pora), Imam Nahrawi, menggulir­kan kompetisi tanpa keterlibatan PSSI kemungkinan takkan laku alias bakal sepi peserta! Sebab jauh hari, klub-klub sudah me­nyatakan takkan terlibat di kom­petisi tanpa melibatkan federasi resmi.

Menpora sebelumnya meng­gagas kompetisi seusai leba­ran setelah Indonesia resmi mendapat sanksi FIFA. Namun kompetisi tidak akan meli­batkan PSSI, padahal semua perangkat pertandingan tetap di bawah federasi sepak bola tersebut.

Klub asal Jawa Timur misal­nya, tetap meminta PSSI dili­batkan dalam kompetisi yang digagas Menpora. Tanpa keterli­batan federasi resmi, klub sep­erti Arema Cronus tidak akan berani mengikuti kompetisi tersebut.

“Satu hal yang tak boleh dilu­pakan, klub adalah anggota PSSI dan itu tidak bisa diubah begitu saja. Arema Cronus adalah ang­gota PSSI dan tetap akan mengi­kuti kompetisi di bawah federasi. Selain itu kami akan menolak,” ujar Sudarmaji, Media Officer Arema Cronus.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Siapkan Bonus 309 Miliar Bagi Atlet Beprestasi di Asean Para Games 2022

Arema juga pesimistis ren­cana kompetisi versi Menpora tidak akan berjalan sesuai den­gan aturan. Sebab perangkat per­tandingan selama ini berada di bawah PSSI, sehingga Menpora harus berkoordinasi dengan PSSI terkait hal tersebut.

“Tetap harus ada koordinasi antara Menpora dan PSSI. Perang­kat pertandingan dan pengawas pertandingan kan di bawah we­wenang PSSI,” tukas Sudarmaji.

Sikap serupa juga ditunjukkan Persegres Gresik United yang se­jak awal tak tertarik berkompe­tisi di luar PSSI.

“Mana bisa menggelar kom­petisi tanpa PSSI sebagai or­ganisasi resmi? Tetap harus ada koordinasi. Sekarang ini saatnya membangun kembali sepakbola dari awal, sehingga semua elemen harus dirang­kul,” ujar Bagoes Cahyo Yuwo­no, Manager Persegres.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Siapkan Bonus 309 Miliar Bagi Atlet Beprestasi di Asean Para Games 2022

Gelaran kompetisi reguler, menurut Bagoes, adalah sebuah wujud dari langkah perbaikan sepakbola di Indonesia setelah ada gaduh antara Menpora dan PSSI. Kalau penyelenggaraan kompetisi nanti tidak profe­sional, maka sepak bola nasional akan berjalan mundur.

“Sepakbola Indonesia sudah disanksi FIFA, jadi tak ada pil­ihan lain kecuali bekerja bers­ama bagaimana memperbaiki sepakbola dan itu bisa diukur dari penyelenggaraan kompetisi. Jadi harus jauh lebih maju,” pesan sang man­ager.

P e r s e g r e s pun belum ber­harap banyak dari rencana digul irkannya kompetisi seu­sai lebaran. Tim berjuluk Laskar Jaka Samudra ti­dak akan terburu antusiasi dengan situasi yang ada dan tetap akan menunggu kepas­tian.

(Imam/net)