Untitled-12BOGOR TODAY – Dunia pendidikan anak-anak di Kota Bogor terancam. Kota Bogor mengalami krisis sekolah Taman Kanak-kanak (TK). Sejauh ini, Kota Bogor hanya memiliki satu TK negeri. Sementara pendidikan belajar untuk anak-anak masih di­gantungkan dari keberadaan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Kadisdik Kota Bogor, Edgar Su­ratman, mengaku prihatin dengan kondisi ini. Bekas Camat Bogor Barat itu juga mengatakan, kebutuhan se­kolah TK negeri di Kota Bogor masih tinggi. “Kami usulkan ada penamba­han dua TK negeri tahun ini. Tapi, saya rasa mustahil mengingat ada rasionalisasi anggaran pendidikan,” kata dia.

Baca Juga :  Generasi Emas Harus Siap Secara Fisik Maupun Mental

Edgar mengaku meragukan ting­kat kualitas guru PAUD. Alasannya, tingkat pendidikan pengajar guru-guru di PAUD rendah. “Kamu bisa lihat sendiri. Coba kamu survei, be­rapa guru PAUD yang sudah Sarjana. Sangat kecil, kebanyakan lulusan SMA,” kata dia.

Baca Juga :  Rumah Sakit Islam Aysha Dukung Germas Dengan Senam Sehat

Edgar juga mengaku mengeluh­kan kekurangan SMP negeri. “Kami mentargetkan satu kecamatan satu SMP negeri. Kalau saat ini kan baru tiga SMP negeri. Kekurangannya disokong oleh SMP swasta. Ini juga tidak baik, prestice sekolah di negeri itu masih jadi tinggi,” kata Edgar, menutup.

(Yuska Apitya Aji)