rezim-devisa-bebas-buat-rupiah-terpuruk-Lk1WAGW9voJAKARTA, Today – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan, Rabu (10/6/2015). IHSG naik 33,68 poin atau 0,7 persen ke 4.933,56. Sebanyak 182 saham menguat, 127 saham melemah, dan 85 saham stagnan dengan terjadi transaksi sebesar Rp4,2 triliun dari 4,45 miliar lembar saham diperdagangkan.

Indeks LQ45 naik 7,93 poin atau 7,93 persen menjadi 846,68, Jakarta Islamic Index (JII) naik 9,05 poin atau 1,4 persen menjadi 664,75, indeks IDX30 naik 3,69 poin atau 0,8 persen menjadi 437,82, dan indeks MNC36 menguat 2,68 poin atau 1 persen menjadi 225.

Baca Juga :  Lorin Sentul Hotel Re-contracting Dengan PT Hotel Sarana Sirkuitindo Hingga 2026

Sektor penggerak IHSG mayoritas menguat, dengan sektor yang mengalami kenaikan terbesar adalah sektor konsumer 2,5 persen. Namun, sektor aneka industri turun hingga 0,6 persen.

Di Asia, indeks Nikkei turun 50 poin atau 0,2 persen menjadi 20.046, indeks Hang Seng turun 302 poin atau 1,1 persen menjadi 26.688, dan indeks Straits Times naik 1 persen menjadi 3.328.

Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Unilever Tbk (UNVR) naik Rp1.650 atau 4,2 persen ke Rp41.350, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp725 atau 3,1 persen ke Rp23.925, dan saham PT United Tracktor Tbk (UNTR).

Baca Juga :  Selama 14 Hari Mie Gacoan Cilendek Disegel Pol PP Akibat Belum Kantongi Izin

Sedangkan saham-saham yang bergerak di deretan top losers, antara lain saham (pLIN) turun Rp570 atau 18,2 persen ke Rp2.560, saham PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) turun Rp400 atau 10,3 persen ke Rp3.500 dan saham PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) turun Rp400 atau 2,4 persen ke Rp3.500.

(OKZ/Apri)