ismet-ali-1Apa pekerjaan harian para manajer paling banyak dilakukan kepada karyawan dibawahnya? Jawabannya adalah supervisi atau mengawasi pelaksa­naan proses manaje­men operasional agar sesuai target.

Jika manajer lalai melakukan supervisi akibatnya hasil kerja sering mengejutkan, baik yang negatif (Negative Surprises) maupun yang positif (Positive Surprises). Keadaan akan ruwet, bila kejutan negatif oleh sang manajer dianggap hanya sebagai kesalahan bawahannya. Seba­liknya, bila manajer bertang­gung jawab terhadap kesalahan bawahannya, berarti manajer mengetahui bahwa kurangnya supervisi telah berkontribusi terhadap timbulnya kesala­han.

Sering kita menemui lemahnya kompetensi su­pervisi para manajer berkon­tribusi pada ke­salahan yang dilakukan bawah­annya. Korupsi oleh bawahan tidak akan terjadi jika supervisi ber­jalan baik dan melekat. Oleh karena itu, kompetensi supervi­si seorang manajer harus diukur sebelum perusahaan meneri­manya.

Baca Juga :  Hotel Asana Grand Pangrango Hadirkan Promo Menginap Serta Food And Beverages

Ada 5 hal yang perlu dipela­jari dan dilatih seorang manajer bila ingin memiliki kompetensi supervisi.

(1). Menganalisa peran diri sendiri harus dilakukan manajer dari dokumen uraian kerja yang menunjukkan struktur, peran dan tanggung jawabnya. Penger­tian atasan dan bawahan dalam tugas supervisi penting bagi efektifitas seorang manajer.

(2).Mendefinisikan peker­jaan orang lain, perlu dilakukan agar hubungan kerja, integrasi dan sinergy pekerjaan antar ber­bagai pihak dibawah manajer dapat dilakukan maksimal.

(3).Mendelegasikan tanggung jawab, berarti juga mendelegasi­kan tanggung jawab. Sehingga kerugian dan keuntungan baik bernilai maupun yang tidak ber­nilai uang seperti reputasi harus menjadi tanggung jawab manajer.

Baca Juga :  Sempat Diajak Jadi Pengemis, Umang Konsisten Buat Besek

(4).Menghargai kinerja bawa­han, perlu mendapatkan peng­hargaan dari manajer mulai dari senyum, penghargaan tulus sampai penghargaan berkaitan dengan bonus dan kompensasi.

(5).Menangani orang-orang sulit diperusahaan, penyelesaian terhadap karyawan bermasalah dapat dilakukan dengan perampingan tugas yang benar-benar bisa dia selesaikan. Baru diting­katkan dengan perbaikan hubungan kerja atasan-bawahan.

Bila kelima komponen ini di­lakukan secara berurutan dan konsisten, maka secara gradual kompetensi supervisi seorang manajer pasti meningkat. (*)