Untitled-3Sifat pelupa ternyata lebih banyak dialami pria dibanding wanita. Kebiasaan ini terlepas dari berapapun usia mereka, baik 30 maupun 60 tahun

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Hasil kajian yang dilaku­kan peneliti dari Nor­wegian University of Science and Technol­ogy (NTNU) ternyata mengejutkan perisetnya sendiri. “Hal ini tidak pernah didokumen­tasikan sebelumnya. Sangat men­gagetkan ternyata pria lebih pe­lupa daripada wanita, terlepas dari berapapun usianya,” kata peneliti Jostein Holman.

Dalam riset ini, peneliti menga­jukan sembilan pertanyaan untuk melihat seberapa baik kemamp­uan mengingat seseorang. Studi ini merupakan bagian dari penelitian kesehatan skala besar yang diada­kan di Norwegia. Studi yang disebut HUNT3 ini melibatkan kurang lebih 48 ribu responden.

Baca Juga :  Cara Mencegah Penyebaran Amandel yang Perlu Diketahui dan Hindari

Pertanyaan tersebut meliputi seberapa sering responden me­miliki masalah dalam mengingat, apakah mereka bermasalah dalam mengingat nama dan tanggal, serta apakah mereka ingat apa yang dilakukannya setahun lalu. Pertanyaan terakhir adalah apakah mereka mampu mengingat detail suatu percakapan. Hasilnya, 8 dari 9 orang pertanyaan yang diajukan sangat sulit dijawab.

“Kami banyak berspekulasi mengenai penyebab pria melapor­kan lebih banyak masalah dalam mengingat dibanding wanita. Na­mun kami belum menemukan jawabannya. Sampai saat ini hal tersebut masih merupakan mis­teri,” kata Holmen.

Menurut peneliti, kendati wani­ta memiliki kemampuan mengingat yang lebih baik, mereka berusaha keras mengingat nama dan tanggal. Hasil riset ini juga mengatakan, an­gka kejadian adanya masalah dalam mengingat semakin meningkat seir­ing usia. Peningkatan mulai terjadi saat usia melewati 60 tahun, baik pada pria maupun wanita.

Baca Juga :  Ini Dia Kebiasaan Sederhana Agar Aging Gracefully, Simak Ini

Selain pria yang lebih pelupa, riset ini juga menemukan orang yang gelisah dan depresi lebih mu­dah mengalami lupa. Lupa juga lebih berisiko dialami orang yang berpendidikan rendah, dibanding yang berpendidikan tinggi.

Riset terkait masalah ingatan ini masih terus berlanjut. Saat ini, peneliti tengah berusaha menemu­kan, apakah ada hubungan antara kebiasaan lupa di usia muda dan demensia ketika tua. (*)