Untitled-8AKTIVITAS vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) masih belum menunjukkan tanda-tanda menurun. Erupsi dan luncuran awan panas masih berfluktuasi hingga Selasa (16/6/2015).

YUSKA APITYA
[email protected]

Sejak ditingkatkan statusnya menjadi Awas (level IV) pada Se­lasa (2/6) pukul 23.00 WIB, dan bertambahnya area yang harus dikosongkan yakni tujuh kilo­meter dari kawah, menyebabkan jumlah pengungsi terus bertambah. Evakuasi warga dilakukan dari desa-desa sekitar gunung.

Kepala Pusat Data Informasi dan Hu­mas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, pada Senin (15/6) malam se­banyak 7.549 jiwa (1.986 KK) warga Desa Jaraya, Kutatengah, Sigarang garang, Mardingding, Kutagugung dan Kutarayat telah dievakuasi oleh aparat BPBD Karo bersama TNI, Polri, dan relawan. Kondisi ini menyebabkan jumlah pengungsi saat ini menjadi 10.714 jiwa (2.882 KK). “Pen­gungsi tersebar di sepuluh pos penam­pungan,” kata Sutopo, kemarin.

Baca Juga :  CCTV Rekam Perampok Bersenjata di Medan, Sabetkan Sajam Tarik Motor Korban yang Baru Parkir

Sebaran pengungsi di 10 pos penam­pungan yakni, di Jambur Lau Buah Batu 315 KK/ 882 jiwa, di Paroki G.Katolik Ka­banjahe 297 KK/974 jiwa, di Gedung Ser­baguna KNPI Kabanjahe 76 KK/275 jiwa dan 105 KK/481 jiwa, di Gedung Serbagu­na GBKP Kabanjahe 135 KK/ 454 jiwa dan di Jambur Sempajaya 412 KK/ 1.462 jiwa.

Kemudian di Gudang Jeruk Surbakti 182 KK/660 jiwa, di Jambur Tongkoh dan Tahura 666 KK/2.728 jiwa, di Jambur Korpri 296 KK/1.200 jiwa, dan di Jambur Tanjung Mbelang 265 KK/948 jiwa. Se­dangkan di GPDI Ndokum Siroga terda­pat 133 KK/650 jiwa pengungsi.

Baca Juga :  Tragis, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Disebutkan Sutopo, pemenuhan ke­butuhan dasar pengungsi terus ditingkat­kan. Anak-anak sekolah diantar jemput menggunakan truk Kodim Karo. Kebu­tuhan mendesak bagi pengungsi adalah makanan, air bersih, MCK, selimut, ma­kanan bayi, dan lainnya.

Selain itu, ada 2.053 KK (6.179 jiwa) warga Sinabung yang tinggal di hunian sementara. Mereka disewakan rumah dan lahan pertanian oleh pemerintah sejak Juni 2014 hingga sekarang. Mereka berasal dari Desa Sukameriah, Bekerah, Simacem, Kuta Tonggal, Berastepu, Gam­ber, dan Kuta Tonggal.

Pemerintah memberikan uang sewa rumah sebesar Rp 3,6 juta /KK/tahun, dan sewa lahan pertanian Rp 2 juta /KK/ tahun. Nantinya 2.053 KK ini akan dire­lokasi ke tempat yang lebih aman.

(net)