Untitled-17Para peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil mencipta­kan varietas padi yang tahan terhadap logam dan dapat tum­buh baik di lahan marginal yang memiliki keasaman tinggi.

Oleh : (Yuska Apitya Aji)

PENELITI IPB, Nurul Fi­triah, Utut Widyastuti, dan Suharsono dari Pusat Penelitian Sum­berdaya Hayati dan Bioteknologi (PPSHB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), dan Departemen Bi­ologi Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) melakukan penelitian dengan judul ‘Rekayasa Genetika Padi (Oryza Sativa L) dengan Gen Penyandi Metallothionein Tipe II dari Melastoma malabathricum L. (MaMt2)’.

Perakitan varietas yang tol­eran terhadap lahan marginal ini dapat dilakukan dengan mengekspresikan secara berlebih gen-gen yang ber­hubungan dengan toler­ansi tanaman terhadap cekaman logam, diantaranya gen penyandi metallothionein tipe ll (Mt2). cDNA dari gen pen­yandi metallothionein tipe ll dari Melastoma affine (MaM2), telah berhasil diisolasi oleh Su­harsono pada tahun 2009.

Baca Juga :  PERBUP BHPRD 2022 BENTUK KOMITMEN PEMKAB BERIKAN HAK DESA SESUAI POTENSINYA

“Lahan marginal ini sangat luas di Indonesia dan dapat dimanfaatkan untuk produksi padi dengan menggunakan va­rietas yang sesuai,” kata Nurul dalam keterangannya, Jumat (19/6/2015).

Kebutuhan beras nasional semakin hari terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Untuk itu produksi padi harus ditingkat­kan. Salah satu usaha untuk menaikkan produksi padi na­sional adalah dengan perluasan areal tanam ke arah marginal.

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rekayasa genetika terhadap tanaman padi (Oryza sativa L) dengan gen MaM2. Metallothionein berperan penting dalam men­detoksi beberapa ion logam seperti Cadmium dan Merkuri dengan pengikatan. Tanaman yang mengekspresikan secara berlebih gen ini diduga akan menjadi toleran terhadap ion-ion logam lainnya seperti alu­munium.

Baca Juga :  Resep Membuat Telur Puyuh Balado

Selain itu Metallothionein adalah salah satu protein yang berperan dalam toleransi terh­adap logam-logam yang berba­haya. Metallothionein adalah protein yang banyak mengand­ung sistem yang berfungsi mengikat logam.

Transformasi genetik tana­man padi dengan gen metal­lothionein yang diisolasi dari tanaman Melastoma affine L. diharapkan akan menghasilkan tanaman padi yang memiliki ke­tahanan terhadap logam berat .

Dalam penelitian ini, Padi Kultivar Kasalath telah ber­hasil direkayasa secara genetik sehingga menghasilkan padi transgenik yang mengandung gen metallothionein (MaMt2) yang menyebabkan kultivar padi memiliki toleransi terha­dap logam-logam berbahaya. Hal tersebut terungkap dalam prosiding Seminar Hasil-hasil penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IPB tahun 2013.