JAKARTA TODAY – Hingga saat ini, jumlah pendaftar seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi telah mencapai 182 orang dengan 11 di antaranya berjenis kelamin wanita. Tim panitia seleksi yang dijuluki “Sembilan Srikandi” sudah me­nentukan jadwal untuk mengadakan uji publik.

Juru bicara Pansel KPK Betty Alisjah­bana mengatakan dalam uji publik dihara­pkan respons masyarakat, supaya men­jadi masukan bagi tim pansel. “Tanggal 27 akan umumkan ke publik, masih banyak persyaratan (yang harus dilengkapi). Nan­ti akan membuat makalah, setelah itu as­sessment profil dan kompetisi, lalu rekam jejak dan wawancara detil,” kata Betty, kemarin.

Betty menambahkan, 182 orang yang sudah mendaftar semuanya berasal dari macam-macam latar belakang. Meski be­gitu, seperti yang sudah pernah tim pan­sel sebutkan, pendaftar paling banyak be­rasal dari kalangan advokat.

Baca Juga :  Ade Yasin Minta Agar Hakim Tegakkan Keadilan

Sementara untuk pendaftar terbanyak kedua berasal dari pegawai negeri sipil dan disusul oleh para dosen dan pegawai swasta. Sedangkan dari pihak nonsipil, Betty mengatakan Polri mengirimkan enam calon, dan TNI hingga kini baru mencalonkan satu nama.

Untuk 11 “srikandi” yang sudah mendaf­tar, Betty mengatakan para wanita terse­but juga berasal dari latar belakang yang beragam. “Dua orang dosen, dua PNS, dua advokat, wiraswasta korporasi dan auditor. Jadi ckup beragam,” ujar Betty.

Tim pansel KPK telah melakukan safari ke beberapa instansi dan kota untuk men­dapatkan nama-nama untuk mau mendaf­tar ke pansel KPK. Safari institusi dimulai dari mengunjungi Polri, Kejaksaan Agung, Badan Intelijen Negara, hingga Pusat Pe­laporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

Baca Juga :  ABK Asal Jawa Timur Ditemukan Tewas di Sungai Kapuas Usai Hilang Terpeleset dari Kapal

Tak lupa, tim pansel pun berkun­jung ke KPK untuk bertemu dengan para komisioner aktif KPK. Di sana, kata Betty, mereka mendapatkan masukan tentang situasi dan tantangan yang dihadapi KPK akhir-akhir ini.

Sedangkan untuk kota, Betty mengata­kan total ada 10 kota yang mereka datangi. Kesepuluh kota tersebut adalah Makassar, Padang, Yogyakarta, Balikpapan, Sema­rang, Pontianak, Bandung, Malang, dan tentu saja Jakarta.

(Yuska Apitya/net)