Foto-HLTIDAK mudah menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara. Tahun ini, seleksi bahkan dilakukan hingga tingkat nasional. Karenanya, ketika pelajar Bogor terpilih sebagai pasukan, raihan prestasi nasional ini patut menjadi kebanggaan bersama.

Oleh : RIFKY SETIADI
[email protected]

Postur tubuh menjadi salah satu kunci lolos tida­knya calon anggota Paskibraka karena anggota Paskibraka diwajibkan untuk tegap dan tegak ketika berbaris maupun berdiri. Koordinator pelatih Paskibraka nasional, Mayor TNI Aminudin men­egaskan tahun ini seleksi dilakukan lebih ketat. Karenan­ya, anggota Paskibraka yang terpilih merupakan yang terbaik dalam lima tahun terakhir. Jika tahun-tahun sebelumnya, seleksi berhenti di tingkat provinsi, kini seleksi dilakukan hingga tingkat nasional melalui sidang penentuan.

Setelah melewati sidang panitia penentuan akhir (Pantuhir) yang cukup ketat, akhirnya 61 peserta Seleksi Paskibraka Tingkat Nasional dinyatakan lolos menjadi anggota Paskibraka Nasional yang akan ber­tugas pada upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-70, tanggal 17 Agustus 2015 di Istana Merdeka Jakarta. Pengumuman disampaikan oleh Ket­ua Tim Seleksi Kolonel Inf. Kasim Genawi S.IP, M.Tr di aula Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) Cibubur Ja­karta, Kamis (11/06/2015).

Sebanyak 61 orang itu berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Masing-masing provinsi diwakili oleh 2 orang anggota Paskibraka Nasional yang dinyatakan lolos setelah seleksi. Wakil Provinsi Jawa Barat yang dinyatakan berhasil lolos yaitu Rayandkhika Renarand (pelajar dari SMAN 10 Bogor) dan Intania Kusuma Wardhani (SMA Plus Astha Hannas, Subang). Kabar ini menjawab rasa rindu Kota Bogor setelah 12 ta­hun tak pernah menempatkan kakinya sebagai pasukan paskibara­ka tingkat nasional. Terakhir, Kota Bogor berhasil masuk paskibra­ka nasional melalui Dita Septani asal SMA Negeri 1 Bogor di tahun 2003. Penantian panjang itu akhirnya terjawab sudah.

Rayhandika, adalah siswa kelas X IPS 1 yang merupakan anggota pasukan Paksa Dharma Satrya Muda (Pasdasa Muda) SMA Negeri 10 Bogor. Dengan segala kemampuan yang dimilikinya, putra dari Mu­lyadi dan Dina Rosdiana kelahiran Bogor, 20 Juni 1999 ini mampu berkompetisi dan maju sebagai perwakilan Jawa Barat di tingkat na­sional untuk menjadi salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera di Istana Negara pada 17 Agustus 2015 mendatang.

Walikota Bogor, Bima Arya berharap agar Rayhan terus dibimb­ing untuk meningkatkan kualitas kebogorannya, pengetahuan Bogor masa kini dan nilai-nilai yang bisa ditanamkan ke depan. “Pemkot tentu bersyukur atas pencapain yang dilakukan capaska hingga tingkat nasional. Di masa mendatang bisa menjadi duta Bogor yang sukses dan menjadi inspirasi bagi pelajar Kota Bogor untuk berprestasi lebih baik lagi,” ujar Bima dalam kesempatan audiensi bersama pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bogor, Kan­tor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) Bogor, Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Bogor beserta para wakil dan pembina OSIS di Ruang Walikota, Kamis (18/06/2015) lalu.

Rayhan lolos setelah melalui seleksi bidang akademik, pengetahuan umum, psikotes, fisik dan kesehatan, hingga wawancara bahasa Inggris dan unjuk bakat. Komandan Terbaik saat memimpin pasukan di SMPN 12 Bogor ini, rupanya memiliki juga keahlian karate, bermain gitar dan puisi Sunda. “Di karate, saya pernah menjadi Juara 3 Kumite dalam Kyojin Cup di SMA BBS 2014,” ungkapnya.

Sebagai induk, SMA Negeri 10 Bogor ikut menyokong dan mendukung peser­ta didiknya. Sekolah yang berada di Jl. Pinang Raya Kompleks Yasmin Sektor VI, Curug Mekar, Bogor ini ikut turun tangan mempersiapkan keberangkatan Rayhan menuju tangga Istana Negara. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Bogor atas apresiasi yang disampaikan dalam raihan prestasi ini. Terimakasih juga kepada Walikota Bogor bisa hadir dan bersila­turahmi. Semoga dengan adanya pertemuan ini menambah motivasi Rayhan dalam melakukan tugas,” ungkap Dra. Sri Eningsih, M.Pd, Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Bogor. Ia juga sangat men­dukung untuk menempatkan Rayhan sebagai salah satu inspirasi bagi pelajar Kota Bogor.

Ketua PPI Kota Bogor, Muhammad Sajidin, S.Pd berharap Rayhan bisa berkontribusi bukan hanya di sekolah, tetapi juga berperan untuk Kota Bogor khususnya, Jawa Barat dan tentu saja bagi bangsa Indonesia. “Terpilihnya Rayhan menjadi api semangat bagi kegiatan paskibra di Kota Bogor, sekaligus picu bagi prestasi para pelajar agar terus maju menjadi inspirasi seperti yang dilakukan Ray­han,” ungkapnya memberi keyakinan.