Bandung Today – Persib Bandung telah kehilangan beberapa pemain asing­nya, setelah Vladimir Vujovic hengkang, Makan Konate pulang kampung dan menunggu sepak bola Indonesia kondusif kembali.

Kondisi ini disadari oleh Manajer Persib, Umuh Muchtar, akan mereduksi kekuatan timnya. Apalagi, Agustus nanti Maung Bandung akan turut tampil di Pi­ala Presiden. Rencananya, jika Piala Pres­iden benar terealisasi, maka Persib harus mengkondisikan timnya.

“Tidak menutup kemungkinan me­nambah pemain, karena kami kan kekurangan,” terang Umuh seperti dilan­sir Simamaung.

Untuk hilangnya Vujovic, Umuh men­gaku tak terlalu khawatir karena selain Juprianto, masih ada Abdulrahman yang juga mumpuni menjaga lini belakang. Keduanya juga telah teruji saat tampil di Piala AFC dan ISL musim lalu.

Nah, untuk lini tengah, tanpa Makan Konate diakui Umuh bakal mereduksi per­forma tim kebanggaan bobotoh tersebut. Di sini, perlu ada pengganti yang tepat.

“Kalau ditanya siapa, ya.. Pemain dari klub lain kan pada lepas juga. Nanti mer­eka bisa kami ambil untuk menambah kekuatan,” tandasnya.

Isi Kekosongan Dengan Laga Eksebisi

Kapten tim Persib Bandung, Atep, cu­kup merasa bosan dengan situasi libur timnya yang cukup panjang. Terhitung pasca tersingkir dari AFC Cup 27 Mei lalu, Maung Bandung tidak mempunyai aktifit­as seiring konflik sepak bola Indonesia an­tara PSSI dan Menpora yang belum usai.

Baca Juga :  Aksi Manuever Atlet Penerjun Payung Cup 2022

Bahkan untuk mengikuti kompetisi Piala Presiden saja belum jelas apakah ikut andil atau tidak. Unuk itu dirinya berharap sekali ada kegiatan seperti laga eksebisi yang dibuat oleh manajemen.

Pasalnya, kini ia menjalani sebagian besar waktunya bersama keluarga. Selain itu, sering menyempatkan latihan indi­vidu atau janjian latihan bersama mantan dan punggawa Persib yang ada di Band­ung. Seperti yang dilakukannya pada Ju­mat (19/6) kemarin di lapangan futsal Ciu­jung.

Atep mengharapkan bila manajemen bisa memberikan kehangatan bagi tim se­hingga skuat bisa berkumpul kembali.

Apalagi turnamen bentukan Tim Tran­sisi menanti Persib untuk diikuti. Hingga Sabtu (20/6) manajemen tim memang ma­sih belum menentukan kepastian terkait keikutsertaan turnamen.

Laga eksebisi dianggap pemain asal Cianjur itu bisa kembali mengumpulkan pemain dan mengobati rindu.

“Keinginan kita pemain yang ada di Bandung sebaiknya ada kegiatan dari manajemen, misalkan ada eksibisi atau kegiatan apapun bentuknya, semisal pertandingan ataupun di luar lapangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tinjau Pembangunan GOR Mini di Kota Bogor, Sekda: Ingin Terciptanya Klub Sepakbola dan Lahirnya Bakat Baru

Saat ditanya akan kesulitan timnya dalam membayar gaji pemain, Atep meyakini bila klub kebanggaan bobotoh ini selalu memiliki jalan guna mengupayakan agar tidak bubar karena alasan kehilangan sponsor.

Diyakininya, manajemen PT Persib Bandung Bermartabat selalu mengusa­hakan jalan terbaik untuk timnya. Animo bobotoh yang cukup fanatik pun diang­gapnya bisa memikat sponsor untuk pikir panjang guna menjalin kerja sama ber­sama Persib.

“Saya kira untuk sekelas Persib tidak akan terlalu sulit, sponsor juga saya pikir bisa dapat, apalagi animo bobotoh kan sangat tinggi. Ditambah lagi sekarang sepak bola sedang vakum, tentu bobotoh juga merindukan pertandingan. Tapi ya semua tergantung manajemen,” papar Atep.

Mengenai status pemain yang men­jalani pertandingan antar kampung (tarkam) atau bermain di tim lain tanpa sepengetahuan manajemen, tentu dianggap Atep sangat riskan untuk diberitakan.

Hingga kini belum ada pemain Persib yang diketahui mengi­kuti laga tarkam. Kendati demikian pemikiran sudah ada dibenak pemain bila tak punya lagi penghasilan lain.

“Kalau pemain main di luar apalagi tanpa sepen­getahuan manajemen kalau diberitakan sebena­rnya gak enak juga, walau­pun memang keadaannya seperti sekarang ini,” tukasnya.

(Imam/net)