maxresdefaultJAKARTA, Today – Empat perenang Indonesia mampu menembus limit B kualifikasi Olimpiade 2016 di SEA Games 2015 Singapura. Demi men­gamankan ke level limit A, I Gede Siman Sudartawa dkk. dijadwalkan sederet uji coba ke luar negeri.

Aflah Fadlan Prawira, Triady Fauzi Siddiq, Glenn Victor Sutanto, dan I Gede Siman Sudartawa ga­gal menyumbangkan emas di SEA Games lalu. Tapi, catatan waktu mereka di nomor masing-masing berhasil memenuhi limit B Olimpi­ade.

Situasi itu belum otomasti mengamankan tiket Olimpiade. Sebab, ada ratusan perenang lain yang juga mampu memenuhi limit B itu. Padalah penyaringan per­enang masih akan terus dilakuka oleh induk organisasi renang dunia (FINA) hingga mendekati Olimpiade tahun depan.

Baca Juga :  Player Escort Timnas Portugal Cristiano Ronaldo Kontra Ghana Ternyata Anak Asal Indonesia

Pelatih tim nasional renang Albert C. Sutanto pun berharap pemerintah lebih serius menyiap­kan para perenang menuju Olimpi­ade. Caranya, dengan menjamin uji coba dan keikutsertaan perenang pada ajang-ajang kualifikasi lancar.

“Limit B ini pernomor beda-beda. Sebagai gambaran perenang yang lolos limit B sedunia ada 900 atlet maka akan ada saringan lagi. Makanya, kami akan kejar lagi un­tuk perenang kami bisa lolos limit A,” kata Albert di Jakarta, Senin (22/6/2015).

Albert mengatakan perenang-perenang Indonesia punya pelu­ang untuk mengejar limit A asal pembinaannya yang diperbaiki. Pembinaan yang dimaksud adalah perbanyak ujicoba sebanyak-ban­yaknya ke luar negeri.

“Saat ini kalau kami men­datangkan pelatih sekelas Sergio Lopez dengan gaji Rp 4 miliar seta­hun, itu sudah ‘wow’ banget. Tapi di mana tempat latihannya? Saya rasa dia tak mau jika melatih di kolam renang Cikini (lokasi latihan pelatnas,red),” ucap dia.

Baca Juga :  Player Escort Timnas Portugal Cristiano Ronaldo Kontra Ghana Ternyata Anak Asal Indonesia

Menurut dia, saat ini lebih ba­gus mengirimkan atlet ke ajang-ajang uji coba karena bukan hanya kekurangan masalah ilmu saja, tapi fasilitas juga tidak memadai. “Bahkan kalau kami membawa para perenang ke Palembang, ling­kungan tidak mendukung karena anak-anak mudah bosan. Beda jika pelatnas di luar negeri,” lanjut dia.

“Saya ingin sebanyak-ban­yaknya meloloskan perenang. Olim­piade 2000 Sydney Indonesia melo­loskan tujuh atlet (enam putra dan satu putri),” harap dia.

(Imam/net)