Untitled-13DI tengah hingar bingar dunia mesin pencari yang didominasi oleh Google, muncul seorang pemuda biasa anak seorang pekerja pabrik asal Tiongkok bernama Robin Li yang justru memberanikan diri untuk membuat sebuah mesin pencarinya sendiri. Dedi­kasinya ini akhirnya menjadikannya seorang raja search engine di Tiongkok dengan Baidu (Baidu.com) bahkan menjadikannya orang terkaya nomor 2 negera komunis tersebut. Seperti apa kisahnya?

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Buat Anda yang kesehariannya hidup berdampingan dengan dunia internet pasti sudah ti­dak asing dengan nama seperti Google, Bing, dan Yahoo!. Itu adalah beberapa search engine terkemuka di dunia internet, hampir semua orang yang berselancar di dunia maya untuk mencari informasi menggunakan ketiga search engine tersebut.

Apabila Anda tinggal dan bekerja di negara Tiongkok kemudian men­cari informasi melalui Google, Yahoo! atau Bing, sudah dipastikan Anda akan ditertawakan para pengguna internet di sana. Di Tiongkok, search engine nomor satu adalah Baidu.

Saat ini Baidu telah merajai dunia internet di Tiongkok, hampir 80 persen market dikuasainya. Dan pencipta Bai­du, Robin Li adalah orang terkaya kedua di Tiongkok setelah Jack Ma. Kekayaan Robin Li mencapai 14.7 miliar dolar atau 147 triliun rupiah.

Robin Li adalah seorang pemuda Tiongkok yang lahir bukan dari keluar­ga biasa-biasa saja. Orang tua Robin Li adalah seorang pekerja pabrik di daerah Yangquan, Tiongkok. Robin Li adalah anak ke 4 dari 5 bersaudara, dan dia adalah satu-satunya anak lelaki di ke­luarganya. Masa kecil seorang Robin Li tidak berbeda dengan anak-anak lain di lingkungannya, yang membedakannya dengan anak lain adalah tingkat keraji­nan belajarnya.

Baca Juga :  Resep Membuat Kue Cucur Gula Merah

Robin Li masih termasuk seorang yang beruntung, ia masuk di Peking University jurusan teknologi informasi. Berbeda dengan Jack Ma yang awal­nya memang tidak tahu apa-apa ten­tang teknologi, Robin Li sudah belajar teknologi sejak kuliah. Bahkan karena kepintaran Robin Li, dia mendapatkan beasiswa ke New York untuk menerus­kan gelar S2. Setelah lulus dari Univer­sity of New York pada tahun 1994, dia bekerja sebagai programmer untuk The Wall Street Journal.

Setalah kelulusannya dari univer­sitas dan mendapatkan pekerjaan di The Wall Street Journal, ia mulai fokus menekuni dunia programmer. Di tahun 1996 dia bergabung di IDD, dan bekerja sebagai programmer search engine. Dia bahkan menemukan algoritma search enginenya sendiri yang kemudian mendapatkan hak paten dari Amerika Serikat, bahkan Larry Page mengadopsi algoritma Robin Li pada search engine Google.

Baca Juga :  Lowongan CPNS 2022 Untuk 1.086.128 Orang Segera Dibuka

Robin Li adalah seseorang yang san­gat cinta pada tanah airnya. Walaupun sukses di negeri orang, akhirnya dia me­mutuskan kembali ke negaranya untuk membuat Baidu, sebuah search engine pertama di Tiongkok. Kantor pertama Baidu ada di hotel yang bersebelahan dengan tempat ia mengais ilmu di Uni­versitas.

Baidu resmi berdiri pada tahun 2003, sampai akhirnya menjadi search engine No. 1 di Tiongkok. Walau akh­irnya Google, Bing, dan Yahoo! masuk ke Tiongkok, hal tersebut bukanlah se­buah gangguan besar bagi Baidu. Dan karena konsistensi Baidu di Tiongkok betul-betul baik, mereka dapat mengu­sai sekitar 80 persen pasar dari search engine di Tiongkok.

Memang banyak sekali figur en­trepreneur sukses di internet, namun Robin Li adalah salah satu figur yang patut dicontoh. Bagaimana ia memulai dan memahami bisnis yang dijalaninya. Bukan masalah dari keluarga mana, universitas apa dia berasal, namun de­dikasilah yang menjadi faktor penentu kesuksesannya.

Jarang sekali sosok entrepreneur seperti Robin Li, yang awalnya sukses di negeri orang namun akhirnya berkarya untuk tanah airnya. Baidu adalah se­buah kontribusi positif dari Robin Li yang menggema di tanah kelahirannya, dan bahkan mengalahkan produk luar yang notabenenya adalah kompetitor yang besar di dunia internet.

(MAX)