HL---Adil-(2)“Kalau sekedar kompetisi lokal atau kompetisi kecil sih masih cukup jumlahnya. Tapi kalau untuk menggelar hajat besar, kita masih kekurangan jumlah wasit,”Pengurus Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor, Yudi Wahyudi.

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Kota Bogor masih kekurangan jumlah wa­sit yang berkompeten dan mengantongi li­sensi untuk memimpin pertandingan. Sehingga ketika di­dapik menjadi tuan rumah sebuah kejuaraan, ketersediaan wasit per­tandingan selalu menjadi persoa­lan tersendiri yang cukup memus­ingkan.

Pengurus Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Komite Olah­raga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor, Yudi Wahyudi men­gatakan bahwa untuk jumlah wasit di Kota Bogor sudah mencukupi. Namun untuk kualifikasi wasit pro­fesional masih sedikit jumlahnya.

“Kalau untuk wasit sendiri, masing-masing cabang olahraga (cabor) sudah memiliki dan tidak kekurangan. Namun untuk jumlah wasit profesional yang kompeten untuk memimpin pertandingan berskala besar masih minim jum­lahnya,” katanya.

Baca Juga :  Tanpa Penonton Timnas Indonesia Libas Guam 14-0

Dikatakannya, perlu adanya penambahan jumlah wasit yang tersertifikasi di Kota Hujan ini. Se­hingga ketersediaan wasit mencu­kupi ketika Kota Bogor memiliki hajat menjadi tuan rumah sebuah kejuaraan.

Selain wasit, lanjutnya, untuk kualifikasi pelatih profesional saat ini masih kurang dan cenderung di­dominasi oleh pelatih dari cabang olahraga (cabor) beladiri. Bahkan banyak pelatih beladiri dari Kota Hujan yang dipakai melatih tim na­sional dan menjadi pelatih kepala di Pelatihan Nasional (Pelatnas).

“Kalau hanya sekedar pelatih, masing-masing pengurus cabang (pengcab) sudah mempunyai. Na­mun untuk yang memiliki kualifi­kasi dan kompetensi masih sedikit jumlahnya. Perlu ada pelatihan dan peningkatan sertifikasi pelatih un­tuk ke depannya,” ujarnya.

Melihat hal ini, lanjutnya, KONI Kota Bogor telah memasukkan dalam program kerja di tahun peri­ode 2015 untuk sertifikasi pelatih. Pasalnya, pelatih berkualitas bakal menentukan output atlet yang berkualitas pula. “Soalnya mereka yang tahu betul bagaimana meng­godok dan mengoptimalkan poten­si sang atlet,” tukasnya.

Baca Juga :  IPB RUN 2022, Lari Sambil Tanam Pohon Langka

Lebih lanjut Yudi menambah­kan bahwa KONI Kota Bogor siap menanggung biaya sertifikasi pela­tih yang ingin menaikkan grade ke­pelatihannya. “Asalkan mereka su­dah mengantongi rekomendasi dari Pengcab, pasti kita berangkatkan,” ucapnya.

Salah satu Cabor yang telah melakukan proses pembinaan dan sertifikasi pelatih adalah Persatuan renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Bogor yang digelar Minggu (24/5/2015) lalu di kolam renang Parahyangan.

Dalam coaching clinic tersebut diikuti oleh 52 orang guru olah­raga yang ada di Kota Bogor den­gan menghadirkan instruktur dari Pengurus Daerah (Pengda) PRSI Jabar. “Harapannya, usai pelatihan ini akan bermunculan bibit-bibit atlet renang potensial di Kota Bo­gor. dalam waktu dekat juga akan ada klub renang baru,” kata Ketua Umum (Ketum) PRSI, Eko Supri­yadi. (*)