kakianMasih hangat dalam in­gatan kita, saat praktik jual-beli gelar yang su­dah lama beraksi terung­kap, Sang ‘Rektor’ dari se­buah lembaga yang disebut lakukan praktik itu tampak menyematkan gelar akademik berderet layaknya kereta api.

Oleh : (Yuska Apitya Aji)

TERDENGAR aneh memang ketika ‘rektor’ lembaga itu punya banyak gelar akademik. Tetapi rupanya hal itu bukan berarti tidak mung­kin. Adalah Welin Kusuma, pemu­da kelahiran Makassar yang saat ini mengantungi 27 gelar sarjana (akademik). Bukan bermaksud un­tuk membanggakan diri, rupanya alasan Welin menyabet banyak gelar justru terbilang sederhana.

“Saya itu pengen membuat lembaga konsultan yang menguasai semua bidang. Bukan sekedar men­guasai asal-asalan, tapi benar-benar menguasai se­cara akademik,” tutur Welin.

Cerita itu diawali pada tahun 1999 saat pertama kali dirinya menginjakkan kaki sebagai mahasiswa pada salah satu universitas swasta di Surabaya, Jawa Timur. Pemuda kelahiran 1981 itu awalnya hanya in­gin sekedar kuliah seperti anak muda pada umumn­ya. “Pertamanya saya ambil jurusan Teknik Indus­tri. Waktu itu sebenarnya saya juga dipilihkan sama tante saya yang di Surabaya. Tapi lama-lama saya jadi pengin kuliah jurusan lain. Padahal waktu itu belum selesai kuliahnya,” ujar Welin.

Baca Juga :  Diduga Terobos Palang Perlintasan, Pemotor Tertabrak KRL

Mulailah dia terpikir untuk mendaftar di kampus lain. Kebetulan di Kota Surabaya ada berbagai kam­pus baik negeri maupun swasta sehingga tak begitu sulit baginya jika harus berpindah-pindah tempat be­lajar dalam satu hari.

Sampai akhirnya saat menginjak semester lima, Welin benar-benar memutuskan untuk mengam­bil kuliah jurusan lain. Dia pun mengambil jurusan manajemen. “Saya kan awalnya di Teknik Industri, jadi memang ada dasar-dasar ilmu manajemennya. Jadi kenapa tidak sekalian saya ambil jurusan itu saja?” ungkap dia.

Hingga saat ini dia telah ‘mengoleksi’ 27 gelar akademik berkat hobi belajarnya itu. Sehingga bila namanya ditulis lengkap dengan gelar menjadi: Welin Kusuma, ST, SE, SSos, SH, SKom, SS, SAP, SStat, SAkt, SIkom, MT, MSM, MKn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, Aff.WM, BKP, QWP, CPHR, ICPM, AEPP, CBA, CMA, CPMA, CIBA

“Dulu saya pernah ujian semester dalam waktu yang bersamaan. Tapi dengan membagi waktu secara baik, nyatanya bisa terselesaikan,” ujar Welin saat ber­bagi pengalaman inspiratif bersama detikcom, Rabu malam (24/6/2015).

Baca Juga :  Pria di Toba Cabuli Bocah 6 Tahun, Pelaku Berhasil Ditangkap

Sejak memasuki awal semester, Welin selalu mem­perhitungkan dengan jadwal kuliah di tempat yang lain. Memang terdengar rumit, menurutnya, tetapi jika sudah dilakoni tentu semua akan menjadi mudah.

Satu hal yang dia yakini bahwa ilmu pengeta­huan memiliki sejumlah garis persamaan yang saling melengkapi. Sehingga tak perlu memutar kepala ke­tika ujian berlangsung. “Misalnya saja teknik industri ada ilmu manajemennya juga, lalu administrasi juga ada kesamaan dengan akuntansi. Intinya walau pun mengikuti banyak kuliah saya juga tetap bisa kerjakan soal,” kata dia.

Dia juga mengambil kelas yang bervariasi yakni yang khusus karyawan dan yang reguler. Sehingga dalam se­hari dapat sekaligus berkuliah di dua sampai tiga tempat berbeda. “Sempat waktunya bersamaan dan dosennya termasuk yang tegas juga,” kenang Welin.

Meski lama studinya berbeda-neda, namun nilai yang diperoleh Welin terbilang cukup memuaskan. Beberapa di antaranya memang mendapat IPK di bawah 3.00, tetapi selebihnya bahkan ada yang lebih dari 3.50.