BOGOR, Today – Cabang Olah­raga (Cabor) Ikatan Anggar Se­luruh Indonesia (IKASI) lokal di Indonesia rata-rata sulit untuk berkembang dan mencetak at­let berprestasi hingga kaliber internasional. Hal tersebut dik­arenakan masih kurangnya pen­getahuan dan pemahaman baik pelatih maupun atlet terhadap olehraga tersebut.

Pelatih Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON Jawa Barat ( Jabar) cabang olahraga ang­gar, Cucu Sundara menegaskan sulitnya cabor berkembang dik­arenakan masih minimnya pen­getahuan dan pemahaman para pelajar di tanah air terhadap olahraga tersebut.

Untuk menarik minat para pelajar agar termotivasi terhadap olahraga anggar, Pengurus Besar (PB) IKASI tengah gencar mem­buat program agar diperkenalkan ke seluruh sekolah di tanah air. “Khusus untuk Kabupaten Bogor, kami akan buka di sejumlah seko­lah kelas olahraga dan saya opti­mis anggar bisa dikembangkan secara bertahap,” katanya.

Baca Juga :  Wow! Capai Rp 6 Miliar Perputaran Uang Gelaran Danau Toba Rally 2022

Menyinggung target, ia men­gatakan untuk mencetak atlet anggar handal membutuhkan waktu sekitar setidaknya dalam tempo waktu lima tahun. Sehing­ga, tidak menjamin jika cabang olahraga anggar ini bisa meraih medali di Porda Jabar XIII/2018 mendatang. “Tempo waktu sekian lama kami fokuskan pada program pembinaan atlet muda. Jadi, tidak akan target medali di berbagai event kejuaraan mana­pun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tumbuhkan Sektor Ekonomi Lewat Destinasi Wisata, PHRI Gelar Bike Tour 2022 Etape Ketiga di Bogor

Lebih lanjut dikatakannya, untuk tingkat Nasional, cabang olahraga anggar Indonesia baru diperhitungkan di tingkat Asia Tenggara. Ia berharap dengan dii­kutsertakannya cabang olahraga anggar di Koni Kabupaten Bogor, para atlet yang akan dibina bisa dipersiapkan untuk bertarung baik di PON, Asean Games dan Sea Games.

“Saya berharap akan mun­cul para fencer (sebutan atlet anggar,red) berbakat, di Kabu­paten Bogor ini. Sehingga bisa mewakili Indonesia di berbagai event internasional,” pungkas­nya.

(Adilla Prasetyo Wibowo)