BANDUNG, Today – Salah satu kelompok supporter Persib Bobotoh Taqwa (Botaq) menggelar doa bersama untuk kebaikan sepak bola Indonesia.

Pada kesempatan itu hadir Pelatih Djadjang Nurdjaman didam­pingi tiga pemain, Atep, Dias Angga dan Yandi Sofyan.

Acara yang berlangsung di Mesjid Trans Studio, Bandung, Ka­mis (25/6/2015) ini dihadiri juga oleh Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) Kuswara S. Taryono dan Abdulah Gymnastiar (Aa Gym) sebagai penceramah.

“Tema yang diusung Doa Bobotoh untuk Sepak Bola Indonesia, Ramadan Momentum yang tepat Menpora dan PSSI Berislah. Kita berharap sepakbola Indonesia kembali normal,” kata salah satu pentolan Botaq, De’one.

Sementara itu, Pelatih Djadjang Nurdjaman sangat mengapr­esiasi apa yang dilakukan oleh bobotoh. Menurutnya, ini salah satu upaaya supaya sepak bola Indonesia kembali normal dengan ger­akan spiritual.

“Ini tentunya bagus, menurut saya ini salah satu cara dengan berdoa kepada Allah agar kondisi (kisruh) ini cepat selesai,” ucapnya.

Baca Juga :  Tiga Tim Negara Berhasil Lolos 16 Besar Piala Dunia 2022

Sementara itu, Ketua Botaq, Dede Mustiawan menuturkan bila bulan Ramadan adalah momentum yang tepat agar dua kubu seteru sepak bola Indonesia, PSSI dan Menpora, bisa berislah.

Menurutnya, efek dari kekisruhan menyebar ke kalangan umum, mulai dari masyarakat bawah sampai atas.

“Ramadhan ini menjadi momentum berislah PSSI dan Menpora, karena ini efeknya seperti bola salju menyeluruh. Jadi mari untuk kepentiingan umum bersama berislahlah,” ucapnya saat ditemui usai acara selesai.

Dede pun mengharapkan bila beberapa tuntutan dari Botaq bisa ters­ampaikan kepada para petinggi PSSI dan Menpora. Hal tersebut untuk segera dipikirkan lebih lanjut secara cepat dan tepat.

“Mudah-mudahan tersampaikan kepada mereka yang bekepent­ingan di atas (PSSI dan Menpora),” pungkasnya.

Djadjang Nurjaman berpendapat acara tausyiah dan berdoa ber­sama ini adalah sebagai cara spiritual tim Persib dan bobotoh guna kesembuhan sepak bola tanah air yang sedang berkonflik dan dis­anksi FIFA.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Siapkan Bonus 309 Miliar Bagi Atlet Beprestasi di Asean Para Games 2022

“Alhamdulilah bisa hadir di acara kerohanian ini, adalah salah satu cara dengan memohon doa banyak orng untuk berakhirnya kisruh mencari solusi,” ungkap Danur

Ia mengaku jarang bisa hadir dalam acara yang diadakan oleh bob­otoh. Hal tersebut karena tim Persib memang sedang mengalami masa kekosongan waktu terkait tidak adanya kompetisi.

“Ini barangkali salah satu hikmah kevakuman, kali ini banyak waktu mengisi kekosongan seperti ini,” imbuhnya.

Kapten tim Persib Atep sempat memberikan pesannya saat di­beri kesempatan berbicara di depan jamaah. Ia hanya meminta doa setulus hati dari berbagai elemen masyarakat supaya tim Persib bisa kembali mejalani pertandingan dengan kompetisi yang sehat.

Selain itu situasi sepak bola Indonesia ia harapkan bisa cepat se­lesai. “Kita pemain hanya minta doanya semoga semua cepat sele­sai,” pungkasnya.

(Imam/net)